STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK

Jurnal Informatika dan Rekayasa ElektronikJurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik

Bencana banjir sampai saat ini masih menjadi fokus pemerintah, dikarenakan banjir dalam hal ini menyebabkan jatuhnya korban dan kerugian. Bencana ini terjadi disebabkan adanya tumpahan air dari batas maksimum tampungan aliran air, oleh sebab itu diperlukan sebuah perangkat pengindraan dini terhadap ketinggian air. Dalam riset ini memiliki sasaran untuk mengawasi ketinggian air secara daring sebagai laporan dini terhadap terjadinya bencana ini. Pengawasan ini memakai sebuah program yang memanfaatkan Internet of Things (IoT) agar laporan ketinggian air dapat didapati secara real time. Sensor Ultrasonik HC-SR 04 digunakan sebagai pembaca ketinggian air serta Arduino UNO R3 sebagai pengolah hasil tangkapan lalu mengirimkan data secara wireless menuju aplikasi ThingsSpeak agar dapat dibaca baik dari smartphone maupun website. Hasil riset ini merupakan suatu perangkat pembaca ketinggian air yang dapat memberikan laporan ketinggian apakah aman atau bahaya serta dapat memberikan catatan. Hasil purwarupa ini menunjukkan pembacaan tingkat ketinggian air dalam waktu 2 detik serta penerimaan hasil pembacaan secara real time muncul pada gawai pengguna melalui platform Thingspeak.

Berdasarkan dari hasil pengujian lapangan dan hasil ujicoba perangka deteksi dini banjir yaitu, diatas dihasilkan beberapa riwayat perangkat ketinggian air ketika hujan turun pada wilayah perkotaan secara realtime dimana dapat dipantau dari website monitoring dan juga aplikasi smartphone yaitu Thingspeak.Serta perangkat memberikan pemberitahuan setiap ketinggian air berupa notifikasi AMAN maupun BAHAYA yang ditetapkan untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi awal sebelum bencana banjir datang.Yang terakhir adalah perangkat memberikan sirine peringatan ketika ketinggian air masuk dalam kategori bahaya banjir untuk membantu masyarakat mendapatkan pemberitahuan awal sehingga masyarakat dapat meminimalisir kerugian yang dapat terjadi karena bencana banjir.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sensor ultrasonik dengan akurasi lebih tinggi dan respons waktu yang lebih cepat untuk meningkatkan efektivitas deteksi banjir. Selain itu, integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi pola banjir berdasarkan data historis dan kondisi cuaca dapat menjadi arah studi baru. Peneliti juga bisa mengeksplorasi sistem pengawasan multi-faktor yang tidak hanya memantau ketinggian air, tetapi juga intensitas hujan dan drainase daerah rawan banjir. Dengan kombinasi teknologi IoT dan analisis data prediktif, penelitian ini dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif dalam mitigasi bencana banjir. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji penggunaan energi terbarukan seperti panel surya untuk menjaga keandalan perangkat di area terpencil. Selain itu, pengembangan antarmuka pengguna yang lebih intuitif dan kompatibel dengan berbagai platform digital dapat meningkatkan aksesibilitas sistem bagi masyarakat luas. Kajian tentang kebijakan dan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan penyedia teknologi juga penting untuk memastikan implementasi yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengevaluasi dampak ekonomi dan sosial dari penerapan sistem ini di berbagai wilayah Indonesia. Dengan pendekatan multidisiplin ini, solusi teknologi dapat diadaptasi secara lebih luas untuk menghadapi tantangan bencana banjir yang semakin kompleks.

Read online
File size871.66 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test