IJRETINAIJRETINA

International Journal of RetinaInternational Journal of Retina

Degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah gangguan retina dan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan. Prevalensi tertinggi AMD dilaporkan pada populasi Asia, berkisar antara 3% hingga 19,5%, termasuk di Indonesia.¹˒² Sebuah studi deskriptif yang dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kirana selama satu tahun oleh Leonedine et al. melaporkan 129 kasus neovaskular AMD (nAMD) pada tahun 2022, dan studi sebelumnya oleh Pambudy pada tahun 2017 mencatat 148 kasus nAMD.³˒⁴ Suntikan intravitreal (IVT) agen anti–vaskular endothelial growth factor (anti-VEGF) telah menjadi pengobatan utama nAMD dan diberikan menggunakan regimen proaktif seperti interval tetap atau treat-and-extend (TAE), atau regimen reaktif seperti pro re nata (PRN). Uji klinis telah menunjukkan bahwa IVT anti-VEGF IVT menstabilkan fungsi visual pada 90% pasien nAMD. Namun, studi dunia nyata melaporkan hasil yang berbeda, dengan stabilitas visual hanya dicapai pada sekitar 50% pasien.⁵ Salah satu faktor kunci yang mempengaruhi hasil optimal adalah kepatuhan terhadap jadwal anti-VEGF IVT, karena suntikan dan evaluasi follow-up yang konsisten sangat penting untuk mencapai dosis terapeutik optimal selama fase pengobatan.⁶ Kunjungan rutin memerlukan pasien untuk mematuhi rekomendasi pengobatan dan mempertahankan ketekunan selama durasi terapi yang diresepkan.⁶ Sebuah studi dunia nyata oleh Shellvarajah et al. membandingkan hasil pada 133 pasien nAMD yang menerima anti-VEGF IVT dunia nyata, dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tingkat kepatuhan dan ketekunan. Pasien dengan kepatuhan dan ketekunan yang baik mengalami peningkatan 0,67 kata, sedangkan mereka yang memiliki kepatuhan yang lebih buruk mengalami penurunan 2,30 kata.⁷ Sehingga, kepatuhan dan ketekunan memainkan peran penting dalam menentukan kesuksesan anti-VEGF IVT. Namun, kunjungan IVT rutin seringkali menjadi beban bagi pasien, dilaporkan pada 17,5% hingga 30% kasus.⁷ Mengidentifikasi beban yang dialami oleh pasien nAMD yang menjalani IVT adalah hal yang penting dalam praktik klinis. Sebuah set kuesioner 17 item untuk menilai beban pengobatan adalah Adherence Barriers Questionnaire for Intravitreal Injection (ABQ-IVT), yang mengevaluasi tantangan yang dihadapi pasien yang menerima IVT berulang.⁸˒⁹ Penilaian beban pengobatan bertujuan untuk menangkap perspektif pasien dan memandu intervensi yang disesuaikan untuk mengurangi risiko non-kepatuhan dan non-ketekunan. ABQ-IVT saat ini tersedia dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Mandarin; namun, belum diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk melakukan adaptasi lintas budaya serta mengevaluasi validitas dan keandalan ABQ-IVT Indonesia.

Versi Indonesia dari ABQ-IVT terbukti menjadi instrumen yang valid dan andal untuk menilai beban pengobatan di antara pasien nAMD.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut hubungan antara kepatuhan dan ketekunan dengan hasil pengobatan anti-VEGF IVT. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan dan ketekunan, serta strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan hasil pengobatan. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif pasien nAMD mengenai beban pengobatan dan tantangan yang mereka hadapi. Wawancara mendalam dan fokus kelompok dapat memberikan wawasan berharga tentang pengalaman pasien dan kebutuhan mereka dalam menjalani pengobatan. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan beban pengobatan antara pasien nAMD di Indonesia dengan negara-negara lain, terutama di Asia. Perbandingan ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor budaya, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi beban pengobatan dan kepatuhan. Dengan memahami perbedaan dan kesamaan di antara negara-negara, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik untuk meningkatkan kepatuhan dan hasil pengobatan di Indonesia.

  1. Archives - Turkish Journal of Ophthalmology. archives turkish journal page health am healthcare professional... oftalmoloji.org/archives/archive-detail/article-preview/factors-affecting-compliance-to-ntravitreal-anti-v/16117Archives Turkish Journal of Ophthalmology archives turkish journal page health am healthcare professional oftalmoloji archives archive detail article preview factors affecting compliance to ntravitreal anti v 16117
Read online
File size1.51 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test