IJRETINAIJRETINA

International Journal of RetinaInternational Journal of Retina

Terapi sel punca menawarkan potensi terapi regeneratif untuk retinitis pigmentosa (RP), namun bukti klinis hingga 2026 masih terbatas. Penelitian tentang sel punca mesenkim, progenitor retina, dan sel punca pluripoten induksi (iPSC) menunjukkan kemungkinan perlindungan atau penggantian fotoreseptor yang rusak. Namun, efek terapeutiknya belum terbukti secara klinis, dan klaim awal tentang pemulihan penglihatan perlu dihindari karena risiko kesalahan interpretasi data. Genetika penyebab RP harus dipertimbangkan dalam pengembangan terapi sel punca.

Berdasarkan bukti hingga 2026, terapi berbasis sel untuk RP masih dalam tahap penelitian dan belum dapat dianggap sebagai pengobatan yang terbukti.Pemahaman genetika penyebab RP menjadi kunci dalam mengevaluasi efektivitas terapi sel punca.Penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan keamanan, integrasi fungsional sel yang ditanamkan, serta efek jangka panjang pada penyakit degeneratif retina.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji metode perbaikan genetika pada iPSC sebelum transplantasi untuk mengatasi mutasi penyebab RP. Selain itu, studi jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi keamanan dan integrasi fungsional sel yang ditanamkan dalam retina yang telah mengalami remodeling. Terakhir, penelitian harus menggabungkan terapi sel punca dengan pendekatan modifikasi penyakit berbasis gen untuk meningkatkan efektivitas terapi.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s10792-025-03478-6Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s10792 025 03478 6
Read online
File size277.48 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test