ISHAISHA

Kampret JournalKampret Journal

Studi ini mengevaluasi efektivitas pendidikan digital dalam meningkatkan literasi informasi di kalangan komunitas pedesaan, mengatasi kesenjangan digital yang memisahkan populasi perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini menekankan peran penting literasi informasi dalam memberdayakan individu untuk mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif untuk pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi warga. Berdasarkan Teori Literasi Digital (Gilster, 1997), Teori Penyebaran Inovasi (Rogers, 2003), Teori Pembelajaran Konstruktivis (Piaget, Vygotsky), dan Model Penerimaan Teknologi (Davis, 1989), penelitian ini menggunakan desain campuran yang menggabungkan survei kuantitatif, uji pra dan pasca, serta wawancara dan observasi kualitatif. Sampel terdiri dari penduduk pedesaan berbagai usia dan tingkat pendidikan yang mengikuti program pendidikan digital. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan literasi digital dan informasi peserta setelah intervensi. Peserta menunjukkan peningkatan keahlian dalam mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital, serta kepercayaan diri yang lebih besar dalam menerapkan teknologi untuk tujuan pribadi dan profesional. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan dalam implementasi efektif, termasuk keterbatasan koneksi internet, infrastruktur digital yang tidak memadai, motivasi rendah, dan disparitas gender yang memengaruhi akses dan partisipasi. Hasil penelitian berkontribusi pada pemahaman akademik dengan menunjukkan bahwa pendidikan digital dapat menjadi alat transformatif untuk inklusi sosial dan pemberdayaan komunitas ketika sejalan dengan kebutuhan lokal dan didukung oleh kerangka kebijakan yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya kolaboratif antara pemerintah, LSM, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk mempertahankan kemajuan literasi digital di daerah pedesaan. Penelitian ini memanggil kebijakan jangka panjang, berbasis data, dan strategi pengajaran yang responsif terhadap budaya untuk memastikan akses yang adil ke manfaat era digital.

Pendidikan digital efektif meningkatkan literasi informasi di komunitas pedesaan, tetapi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan disparitas gender.Peningkatan literasi digital memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan dukungan kebijakan yang kuat.Kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan institusi pendidikan diperlukan untuk memastikan akses yang adil dan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pendidikan berbasis mobile terhadap literasi digital di daerah terpencil, mengembangkan program pelatihan gender-spesifik untuk meningkatkan partisipasi perempuan, serta mengeksplorasi solusi berbasis AI untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur digital. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas model pembelajaran campuran (offline-online) dalam konteks pedesaan, serta analisis peran kebijakan lokal dalam memperkuat inklusi digital melalui pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan komunitas.

Read online
File size373.87 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test