ISHAISHA

Kampret JournalKampret Journal

Penelitian ini menyelidiki pengaruh *influencer* komunitas lingkungan terhadap perilaku konsumsi hijau di kalangan mahasiswa. Dengan meningkatnya pentingnya keberlanjutan dan keterlibatan digital, *influencer* media sosial telah menjadi agen yang kuat dalam membentuk kesadaran lingkungan dan pilihan konsumen. Berpedoman pada *Theory of Planned Behavior*, *Social Influence Theory*, *Social Learning Theory*, dan *Source Credibility Model*, penelitian ini mengkaji bagaimana atribut *influencer* seperti kredibilitas, otentisitas, dan keterlibatan konten memengaruhi sikap dan perilaku lingkungan mahasiswa. Menggunakan metode kuantitatif dengan data survei yang dikumpulkan dari mahasiswa di berbagai universitas terpilih, temuan mengungkapkan bahwa *influencer* lingkungan secara signifikan membentuk sikap hijau dan perilaku pembelian berkelanjutan mahasiswa. Kredibilitas dan otentisitas ditemukan menjadi prediktor pengaruh yang lebih kuat daripada popularitas, menekankan pentingnya komunikasi berbasis kepercayaan. Lebih lanjut, kesadaran lingkungan hanya mengarah pada perubahan perilaku ketika diperkuat oleh identitas sosial dan kontrol perilaku yang dirasakan. Studi ini berkontribusi untuk memahami bagaimana advokasi lingkungan digital mendorong keberlanjutan di kalangan kaum muda dan menawarkan implikasi bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan praktisi media sosial yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pro-lingkungan di era digital.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa *influencer* komunitas lingkungan sangat penting dalam membentuk perilaku konsumsi hijau mahasiswa, dengan kredibilitas dan otentisitas menjadi atribut paling berpengaruh.Temuan menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan saja tidak cukup.perubahan perilaku terjadi hanya ketika diperkuat oleh identitas sosial dan kontrol perilaku yang dirasakan.Secara keseluruhan, studi ini menekankan bahwa mendorong konsumsi berkelanjutan di kalangan generasi muda membutuhkan komunikasi berbasis nilai yang otentik, pembentukan identitas lingkungan kolektif, dan pemberdayaan individu untuk bertindak.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas pemahaman kita tentang bagaimana pengaruh *influencer* lingkungan benar-benar mengubah perilaku konsumsi mahasiswa secara jangka panjang. Penting untuk mengembangkan metode yang lebih objektif daripada sekadar laporan diri, misalnya dengan menggabungkan pelacakan perilaku atau studi eksperimental yang mengamati keputusan pembelian nyata seiring waktu. Ini akan membantu mengatasi bias keinginan sosial dan memberikan bukti kausal yang lebih kuat mengenai dampak *influencer*. Selain itu, mengingat keterbatasan generalisasi, studi di masa depan bisa membandingkan efektivitas *influencer* lingkungan di berbagai konteks budaya, sosial ekonomi, atau wilayah geografis, terutama di antara mahasiswa dengan tingkat akses digital yang berbeda. Menyelidiki bagaimana faktor-faktor lokal seperti nilai-nilai masyarakat atau ketersediaan produk hijau memengaruhi respons terhadap pesan *influencer* akan memberikan wawasan yang lebih kaya. Terakhir, ada peluang besar untuk menggali lebih dalam mekanisme yang menguatkan kesadaran lingkungan menjadi tindakan, khususnya peran identitas sosial dan kontrol perilaku yang dirasakan. Bagaimana *influencer* dapat merancang konten atau memfasilitasi interaksi komunitas yang secara spesifik membangun rasa identitas kolektif pro-lingkungan dan sekaligus meningkatkan keyakinan mahasiswa akan kemampuan mereka untuk berkontribusi? Penelitian kualitatif mendalam atau studi intervensi bisa mengeksplorasi strategi paling efektif untuk menciptakan sinergi ini, membantu mengidentifikasi praktik terbaik bagi kampanye keberlanjutan di masa depan.

Read online
File size374.85 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test