PNLPNL

Journal of Welding TechnologyJournal of Welding Technology

Pengelasan adalah proses penyambungan logam yang menggunakan energi panas untuk mencairkan logam dasar dan elektroda. Studi ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi kampuh las terhadap ketangguhan impak dan kekerasan baja AISI 1050. Tiga konfigurasi kampuh diuji: Kampuh V, Kampuh Bevel, dan Kampuh Double V. Uji dilakukan pada wilayah Logam Las, Akar Las, Zona Terpengaruh Panas (HAZ), dan Logam Dasar dengan arus las 100 Amper. Hasil menunjukkan Kampuh Bevel memiliki ketangguhan impak tertinggi di Akar Las (1,78 Joule/mm²), Kampuh V di Logam Las (1,65 Joule/mm²), dan Kampuh Double V di HAZ (1,48 Joule/mm²). Dalam hal kekerasan, Kampuh V dan Double V menunjukkan nilai tertinggi di HAZ (86,5 HRC), sedangkan Kampuh Bevel memiliki kekerasan tertinggi di Logam Dasar (81 HRC). Nilai kekerasan terendah ditemukan di Akar Las Kampuh Bevel (56,67 HRC). Secara keseluruhan, nilai kekerasan di area Logam Las untuk ketiga jenis kampuh sama, yaitu 76,5 HRC.

Variasi kampuh las secara signifikan memengaruhi sifat mekanik baja AISI 1050, terutama ketangguhan impak dan kekerasan.Kampuh Bevel menunjukkan ketangguhan impak paling merata di Akar Las, Logam Las, dan HAZ dengan nilai masing-masing 1,78 J/mm², 1,53 J/mm², dan 1,48 J/mm².Nilai impak tertinggi ditemukan di area Logam Las Kampuh V sebesar 132 Joule.Uji kekerasan menunjukkan bahwa area Logam Las memiliki nilai kekerasan konsisten 76,5 HRC untuk semua jenis kampuh.Namun, kekerasan terendah ditemukan di Kampuh Bevel meskipun memiliki nilai impak tinggi di beberapa area las.Pemilihan jenis kampuh secara signifikan memengaruhi distribusi ketangguhan dan kekerasan, yang memiliki implikasi praktis untuk kinerja struktur las.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh variasi sudut kampuh las pada ketangguhan impak dan kekerasan baja AISI 1050 dengan metode pengelasan lain seperti TIG atau MIG. Selain itu, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak lingkungan seperti suhu dan kelembapan terhadap sifat mekanik las. Pengembangan desain kampuh las yang lebih inovatif, seperti kampuh berbentuk U atau X, juga menjadi arah penelitian baru untuk meningkatkan kualitas sambungan las. Penelitian ini dapat memberikan dasar teknis untuk optimisasi proses pengelasan dalam industri konstruksi dan manufaktur.

  1. Pengaruh jenis elektroda pengelasan SMAW terhadap sifat mekanik material SS400 | Azwinur | Jurnal Polimesin.... doi.org/10.30811/JPL.V17I1.870Pengaruh jenis elektroda pengelasan SMAW terhadap sifat mekanik material SS400 Azwinur Jurnal Polimesin doi 10 30811 JPL V17I1 870
Read online
File size409.92 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test