UIN BUKITTINGGIUIN BUKITTINGGI

Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan KemasyarakatanJurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan

Artikel ini mengkaji peran politik ulama dalam menangani krisis pengungsi di Aceh. Dalam literatur tentang agama dan isu pengungsi, seringkali agama dilihat sebagai faktor pembatas. Studi ini menantang asumsi tersebut dengan menganalisis kasus Aceh, di mana ulama secara aktif memupuk solidaritas dengan pengungsi Rohingya. Artikel ini menunjukkan bahwa ulama Aceh tidak hanya mempromosikan narasi moral yang berakar pada nilai-nilai Islam, tetapi juga memanfaatkan pengaruh politik mereka untuk menekan pemerintah agar mengadopsi kebijakan yang lebih manusiawi dan bertanggung jawab. Secara kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi kedalaman peran politik dan moral para ulama dalam mengatasi krisis pengungsi. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen—seperti Fatwa No. 3 Tahun 2024 dan Tausyiah No. 6 Tahun 2024—serta media cetak dan digital yang mencatat narasi publik yang diungkapkan oleh ulama. Artikel ini berargumen bahwa, dalam konteks Aceh, fatwa (agama) tidak hanya berfungsi sebagai kompas moral tetapi juga sebagai alat politik yang efektif untuk intervensi kebijakan dan pembentukan solidaritas kemanusiaan global yang berakar pada nilai-nilai lokal. Temuan ini menyoroti pentingnya memasukkan dimensi agama ke dalam kerangka kerja tata kelola krisis pengungsi, terutama di masyarakat di mana lembaga agama memainkan peran sentral.

Peran ulama Aceh dalam krisis pengungsi Rohingya menunjukkan bahwa agama bukan hanya sumber moral tetapi juga alat politik efektif.Fatwa dan tafsir ulama mampu memengaruhi kebijakan pemerintah dan membangun solidaritas kemanusiaan.Namun, tantangan seperti ketegangan antara identitas lokal dan kebijakan nasional tetap ada, memerlukan pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

1. Bagaimana fatwa ulama Aceh dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan pengungsi nasional untuk meningkatkan perlindungan hak asasi manusia? 2. Bagaimana kolaborasi antaragama dapat memperkuat solidaritas kemanusiaan dalam menangani krisis pengungsi di Aceh? 3. Apa dampak jangka panjang dari peran ulama dalam membentuk narasi publik tentang pengungsi Rohingya terhadap dinamika sosial dan politik lokal?.

  1. INTEGRASI ANTARA PEMERINTAH DAN ULAMA DALAM PENANGANAN COVID-19 DI ACEH | Jurnal EL-RIYASAH. integrasi... doi.org/10.24014/jel.v12i2.13871INTEGRASI ANTARA PEMERINTAH DAN ULAMA DALAM PENANGANAN COVID 19 DI ACEH Jurnal EL RIYASAH integrasi doi 10 24014 jel v12i2 13871
  2. PERAN JESUIT REFUGEE SERVICE (JRS) INDONESIA DALAM PENANGANAN PENGUNGSI AFGANISTAN DI BOGOR TAHUN 2020... ejournal.45mataram.ac.id/index.php/seikat/article/view/545PERAN JESUIT REFUGEE SERVICE JRS INDONESIA DALAM PENANGANAN PENGUNGSI AFGANISTAN DI BOGOR TAHUN 2020 ejournal 45mataram ac index php seikat article view 545
  3. Constructing Indonesian Religious Pluralism: The Role of Nahdlatul Ulama in Countering Violent Religious... doi.org/10.15642/JIIS.2021.15.2.433-464Constructing Indonesian Religious Pluralism The Role of Nahdlatul Ulama in Countering Violent Religious doi 10 15642 JIIS 2021 15 2 433 464
  4. Penamas. heretical fatwa judicial review salafi ulama communal conflict aceh penamas authors alhusni... doi.org/10.31330/penamas.v37i1.753Penamas heretical fatwa judicial review salafi ulama communal conflict aceh penamas authors alhusni doi 10 31330 penamas v37i1 753
Read online
File size317.19 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test