PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING

Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian MasyarakatCenter of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Tanjung Pura memegang peranan strategis dalam menopang perekonomian lokal, namun masih menghadapi kendala mendasar pada tata kelola keuangan. Observasi awal menunjukkan bahwa 80% UMKM masih bergantung penuh pada transaksi tunai, menggunakan pencatatan manual, belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta memiliki pemahaman yang rendah mengenai akad syariah harian dan teknologi digital seperti QRIS. Kondisi ini menciptakan kesenjangan (gap) antara budaya masyarakat yang religius dengan operasional bisnis riil, sehingga memicu ketidakpastian arus kas dan menciptakan hambatan akses pembiayaan (bankability barrier) ke lembaga keuangan syariah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi dan mendampingi pelaku UMKM dalam menerapkan pengelolaan keuangan berbasis prinsip ekonomi syariah yang akuntabel dan terstruktur. Pelaksanaan PKM menggunakan metode Active Participatory Approach yang mencakup empat tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan pencatatan harian, pendampingan intensif (one-on-one mentoring) selama satu bulan menggunakan Buku Saku Pencatatan Keuangan Syariah, serta pembentukan Kader Keuangan UMKM Syariah. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan: 85% peserta berhasil memisahkan keuangan pribadi dan usaha, 78% peserta rutin mencatat arus kas harian serta mampu menyusun laporan laba rugi sederhana, dan 45% peserta mulai mengadopsi QRIS syariah. Peningkatan literasi dan kerapian pembukuan ini tidak hanya mentransformasikan nilai amanah syariah ke dalam praktik bisnis nyata, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan keunggulan kompetitif UMKM Tanjung Pura dalam mengarungi pasar produk halal secara berkelanjutan.

Intervensi PKM melalui sosialisasi dan pendampingan intensif berhasil mengubah pola pengelolaan keuangan pelaku UMKM, dengan 85% peserta memisahkan keuangan pribadi dan usaha.Literasi dan inklusi keuangan syariah meningkat signifikan, terlihat dari adopsi QRIS syariah oleh 45% pelaku UMKM.Penyusunan laporan laba rugi sederhana meningkatkan kredibilitas UMKM di mata lembaga keuangan syariah dan daya saing di pasar produk halal.Pembentukan Kader Keuangan UMKM Syariah memastikan keberlanjutan transformasi tata kelola keuangan syariah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak jangka panjang program pendampingan terhadap keberlanjutan UMKM, khususnya dalam penggunaan teknologi keuangan syariah. Selain itu, studi tentang integrasi prinsip syariah dalam pengembangan model bisnis UMKM yang berkelanjutan juga relevan. Terakhir, penelitian kolaboratif dengan lembaga keuangan syariah untuk mengkaji kemungkinan inovasi produk pembiayaan yang lebih inklusif bagi UMKM di daerah dengan budaya religius tinggi.

Read online
File size311.3 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test