SCIENTICSCIENTIC

SCIENASCIENA

Prematuritas merupakan penyebab utama kematian bayi baru lahir dan anak di bawah lima tahun di seluruh dunia. Sekitar 15 juta bayi lahir prematur setiap tahun, dan lebih dari satu juta di antaranya meninggal akibat komplikasi yang dapat dicegah. Di Indonesia, prevalensi kelahiran prematur mencapai sekitar 10% dan menjadi salah satu penyebab kematian neonatal. Bayi prematur berisiko mengalami berbagai komplikasi seperti Respiratory Distress (RD), Bronchopulmonary Dysplasia (BPD), Apnea, Necrotizing Enterocolitis (NEC), sepsis, ikterus, Intraventricular Hemorrhage (IVH), dan Retinopathy of Prematurity (ROP). Perawatan intensif di ruang NICU diperlukan untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi jenis komplikasi yang dialami bayi prematur. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan total sampling. Sampel meliputi seluruh bayi prematur dengan usia kehamilan <37 minggu yang dirawat di NICU RSI Siti Rahmah Padang selama 1 Januari–31 Desember 2024. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis secara univariat menggunakan SPSS, kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas bayi prematur memiliki usia kehamilan 32–<37 minggu, berat lahir 1500–2500 gram, dan berjenis kelamin laki-laki. Sebagian besar ibu berusia 20–35 tahun, berstatus gizi normal, melakukan ANC adekuat, memiliki riwayat obstetri nullipara, dan tidak memiliki penyakit. Komplikasi terbanyak adalah Respiratory Distress (97,6%), diikuti ikterus (65,9%) dan apnea (14,6%), sedangkan sepsis hanya ditemukan pada satu bayi (2,4%). Kesimpulan penelitian ini adalah komplikasi yang paling sering terjadi pada bayi prematur adalah Respiratory Distress, diikuti ikterus dan apnea. Pemantauan ketat serta penanganan cepat terhadap gangguan pernapasan penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas neonatal.

Komplikasi yang paling sering terjadi pada bayi prematur adalah Respiratory Distress, diikuti ikterus dan apnea.Pemantauan ketat serta penanganan cepat terhadap gangguan pernapasan penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas neonatal.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan menelusuri faktor-faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian komplikasi pada bayi prematur, termasuk hubungan antara kondisi maternal, usia gestasi, serta berat badan lahir dengan jenis komplikasi yang timbul. Penelitian lanjutan dengan desain analitik diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam untuk pengembangan strategi pencegahan komplikasi pada neonatus prematur.

Read online
File size564.62 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test