SCIENTICSCIENTIC

SCIENASCIENA

Latar Belakang: Proses penuaan pada lansia sering disertai dengan penurunan fungsi rongga mulut yang dikenal sebagai kerentaan oral. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan mengunyah dan menelan sehingga berpotensi menurunkan asupan makanan dan berdampak pada status nutrisi lansia. Lansia yang tinggal di panti sosial memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan oral dan gangguan nutrisi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kedua kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 54 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Risiko kerentaan oral dinilai menggunakan Oral Frailty Index-8 (OFI-8), sedangkan status nutrisi dinilai menggunakan Mini Nutritional Assessment (MNA). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden berisiko mengalami kerentaan oral (83,3%) dan mengalami gangguan nutrisi (72,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara risiko kerentaan oral dengan status nutrisi pada lansia (p-value = 0,000). Lansia yang berisiko mengalami kerentaan oral sebagian besar memiliki gangguan nutrisi (70,4%), sedangkan lansia yang tidak berisiko sebagian besar memiliki status nutrisi normal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara risiko kerentaan oral dengan status nutrisi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin. Oleh karena itu, diperlukan upaya penapisan dan intervensi dini terhadap kesehatan rongga mulut dan status nutrisi guna meningkatkan kualitas hidup lansia.

Terdapat hubungan yang bermakna antara kerentaan oral dengan status nutrisi pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin.Lansia dengan kerentanan oral memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan status nutrisi.Deteksi dini dan penanganan kerentanan oral diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya malnutrisi pada lansia.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi longitudinal untuk melihat dampak jangka panjang intervensi kesehatan rongga mulut terhadap status nutrisi lansia. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh pola makan khusus (misalnya makanan lunak atau tinggi nutrisi) terhadap penurunan risiko kerentaan oral dan kebutuhan nutrisi lansia. Terakhir, penelitian juga bisa mengkaji efektivitas alat skrining alternatif untuk kerentaan oral yang lebih murah dan mudah digunakan di fasilitas panti sosial.

Read online
File size372.22 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test