MITRAHUSADAMITRAHUSADA

Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery Journal

Latar belakang: Kanker nasofaring merupakan keganasan yang muncul pada daerah nasofaring (area di atas tenggorok dan di belakang hidung), dan salah satu teknik pengobatannya adalah kemoterapi. Diantara efek samping kemoterapi yang dilakukan beberapa kali dapat menyebabkan penurunan nafsu makan dan hilangnya berat badan sehingga mempengaruhi status gizi penderita. Tujuan: Untuk meng. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional (correlational studies) dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Jumlah populasi sebanyak 32 orang dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% ( =0,05). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi kemoterapi pada penderita nasofaring sebagian besar sebanyak 2 kali, 4 kali, dan 5 kali masing-masing 21,9%. Status gizi penderita kanker nasofaring sebagian besar dalam kategori kurang baik (62,5%). Ada pengaruh frekuensi kemoterapi dengan status gizi penderita kanker nasofaring di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital tahun 2022, p = 0,000. Kekuatan hubungan atau korelasi antara frekuensi kemoterapi dengan status gizi penderita kanker nasofaring dalam kategori tinggi.

Frekuensi kemoterapi mempengaruhi status gizi penderita kanker nasofaring.Sebagian besar responden melakukan kemoterapi 2 kali, 4 kali, 5 kali masing-masing 21,9%, dan sebagian kecil melakukan kemoterapi 6 kali (15,6%).Sebagian besar status gizi responden di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial dalam kategori sedang (62,5%), sebagian kecil status gizi responden dalam kategori baik (37,5%).Ada pengaruh frekuensi kemoterapi dengan status gizi penderita kanker nasofaring di Ruang Onkologi Murni Teguh Memorial Hospital tahun 2022, p-value= 0,000<0,05.Kekuatan hubungan atau korelasi antara frekuensi kemoterapi dengan status gizi penderita kanker nasofaring dalam kategori tinggi.

Saran penelitian lanjutan: 1. Meneliti lebih lanjut tentang intervensi gizi yang tepat selama proses pengobatan kanker nasofaring, dengan mempertimbangkan efek samping kemoterapi dan status gizi pasien. 2. Menganalisis faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi status gizi pasien kanker nasofaring, seperti pola makan, dukungan keluarga, dan akses terhadap layanan kesehatan. 3. Mengembangkan strategi edukasi dan penyuluhan bagi pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi selama pengobatan kanker nasofaring, serta cara-cara praktis untuk menjaga status gizi yang optimal.

Read online
File size208.53 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test