FIP UNGFIP UNG

Student Journal of Community EducationStudent Journal of Community Education

Penelitian ini berfokus pada analisis berbagai faktor yang memengaruhi tingkat pengangguran pemuda di Desa Girisa. Pendekatan yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, angket terbuka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek yang paling banyak dipandang negatif oleh responden adalah besaran upah minimum (82%), diikuti oleh kesesuaian pekerjaan (56%), pasar kerja (56%), minat di sektor pertanian (56%), dan prospek pertanian (56%). Pandangan negatif ini menunjukkan bahwa mayoritas pemuda merasa pekerjaan yang tersedia tidak layak secara finansial dan tidak sesuai dengan kemampuan atau harapan mereka. Selain itu, rendahnya tingkat pelatihan keterampilan (16%) dan keterampilan yang dimiliki (26%) memperkuat temuan bahwa keterbatasan kapasitas individu turut mempengaruhi pengangguran. Sementara itu, hanya 12% responden yang menganggap keterbatasan sumber informasi lowongan kerja sebagai tantangan, sehingga dapat disimpulkan bahwa akses informasi bukan merupakan faktor dominan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengangguran pemuda di Desa Girisa lebih disebabkan oleh masalah-masalah struktural, seperti rendahnya kualitas dan kuantitas pekerjaan yang tersedia, serta rendahnya daya tarik sektor pertanian. Diperlukan kerja sama yang sinergis antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan pemuda, memperluas peluang kerja, serta menghidupkan kembali sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian yang menjanjikan.

Pengangguran pemuda di Desa Girisa disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, seperti minimnya keterampilan kerja, minimnya lapangan kerja, upah yang rendah, dan rendahnya minat terhadap sektor pertanian.Pemuda sering kali tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sementara sektor pertanian dianggap tidak menjanjikan secara ekonomi dan sosial.Upah yang rendah juga menjadi hambatan utama, sehingga banyak pemuda memilih untuk tidak bekerja atau merantau.Selain itu, kurangnya akses terhadap informasi dan pelatihan kerja menghambat kemampuan pemuda untuk bersaing di pasar kerja.Untuk mengurangi tingkat pengangguran, pemuda diharapkan lebih proaktif dalam meningkatkan keterampilan, memanfaatkan potensi sektor pertanian secara inovatif, serta memperluas akses informasi lowongan kerja melalui media digital dan kolaborasi dengan pemerintah.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan pelatihan keterampilan digital untuk pemuda pedesaan guna meningkatkan daya saing di pasar kerja modern. Selain itu, studi tentang dampak penggunaan teknologi pertanian canggih terhadap minat generasi muda untuk berkarier di sektor pertanian bisa menjadi arah penelitian baru. Terakhir, penelitian yang mengeksplorasi peran pemerintah daerah dalam menciptakan kemitraan antara pelaku usaha, lembaga pelatihan, dan komunitas lokal untuk memperluas peluang kerja di pedesaan juga layak dikembangkan. Dengan pendekatan ini, penelitian dapat memberikan solusi yang lebih holistik terhadap permasalahan pengangguran pemuda, sekaligus mempertimbangkan dinamika ekonomi dan teknologi terkini.

  1. DINAMIKA PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA | Jurnal Valuasi: Jurnal Ilmiah Ilmu... valuasi.lppmbinabangsa.id/index.php/home/article/view/28DINAMIKA PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN DAN PENGANGGURAN DI INDONESIA Jurnal Valuasi Jurnal Ilmiah Ilmu valuasi lppmbinabangsa index php home article view 28
Read online
File size448.54 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test