UNJAUNJA
Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan SastraPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis tindak ilokusi yang ditemukan dalam tuturan tokoh utama dalam film Frozen II. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sebagai desain penelitian. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan transkripsi tuturan tokoh utama (Anna dan Elsa) yang mengandung tindak ilokusi. Ada 103 data tindak ilokusi yang diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan teori Yule (1996) menjadi lima jenis: representatif, komisif, direktif, ekspresif dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan tersebut diklasifikasikan sebagai representatif dengan 46 data, direktif dengan 41 data, ekspresif dengan 14 data dan komisif dengan 2 data. Dari total 103 data tindak ilokusi, representatif adalah yang paling dominan digunakan oleh tokoh utama. Hal ini terjadi karena film ini berfokus pada perjalanan atau petualangan tokoh, yang lebih perlu menyampaikan fakta atau pernyataan tokoh. Sebaliknya, jenis tuturan deklaratif tidak ditemukan dalam penelitian ini karena tindak tutur delaratif cenderung digunakan pada konteks formal atau institusional dan tidak digunakan pada film petualangan atau film fantasi.
Dari hasil yang ditemukan dan dibahas pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penulis menemukan 4 dari 5 jenis tindak ilokusi yang diucapkan oleh tokoh utama dalam film Frozen II.Ada 103 data tokoh utama yang mengandung tindak ilokusi yang dikategorikan sebagai representatif (46), komisif (2), direktif (41) dan ekspresif (14).Jenis pertama adalah representatif dengan 46 data.Mereka terdiri dari ungkapan menyatakan fakta, kesimpulan, deskripsi, dan pernyataan.Kedua, 2 data yang termasuk dalam tindak ilokusi komisif.Mereka terdiri dari ungkapan pertanyaan, perintah, dan permintaan.Terakhir, 14 data dikategorikan sebagai tindak ilokusi ekspresif.Mereka mengekspresikan perasaan terkejut, marah, menyesal, berterima kasih, dan lelah.Dari total di atas, jenis yang paling dominan adalah representatif di antara lima tindak ilokusi.Hal ini terjadi karena film ini berfokus pada perjalanan atau petualangan tokoh, yang lebih perlu menyampaikan fakta atau pernyataan tokoh.Sebaliknya, jenis deklaratif tidak ditemukan dalam penelitian ini karena tindak tutur delaratif cenderung digunakan dalam konteks formal atau institusional dan tidak digunakan dalam film petualangan atau film fantasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek-aspek berikut: Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis tindak ilokusi dalam film-film fantasi lainnya, seperti Harry Potter atau The Lord of the Rings, untuk melihat apakah pola penggunaan tindak ilokusi serupa dengan yang ditemukan dalam Frozen II. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan penggunaan tindak ilokusi dalam film-film fantasi dengan film-film yang memiliki konteks formal atau institusional, seperti film-film dokumenter atau film-film sejarah. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh budaya dan konteks sosial pada penggunaan tindak ilokusi dalam film-film fantasi, seperti bagaimana budaya dan konteks sosial mempengaruhi pemilihan jenis tindak ilokusi yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film.
- The Kinds of Illocutionary Act by Yusuf Hamka in Youtube Channel Deddy Corbuzier Podcast | Titian: Jurnal... online-journal.unja.ac.id/titian/en/article/view/22539The Kinds of Illocutionary Act by Yusuf Hamka in Youtube Channel Deddy Corbuzier Podcast Titian Jurnal online journal unja ac titian en article view 22539
- Prinsip Kerjasama pada Keterangan Saksi Susi Asisten Rumah Tangga Ferdy Sambo pada Sidang Lanjutan Bharada... journal.unnes.ac.id/sju/jsi/article/view/65038Prinsip Kerjasama pada Keterangan Saksi Susi Asisten Rumah Tangga Ferdy Sambo pada Sidang Lanjutan Bharada journal unnes ac sju jsi article view 65038
- Examining The Politeness Principles in The Oral Tradition of Jawab Dilaman Malay Society in Kemingking... doi.org/10.31091/mudra.v38i2.2273Examining The Politeness Principles in The Oral Tradition of Jawab Dilaman Malay Society in Kemingking doi 10 31091 mudra v38i2 2273
| File size | 200.81 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNJAUNJA Persentase kekerabatan bahasa Minangkabau Isolek Pesisir Selatan dan bahasa Bengkulu Isolek Kepahiang Taba Sating sebesar 44%, yang mengklasifikasikanPersentase kekerabatan bahasa Minangkabau Isolek Pesisir Selatan dan bahasa Bengkulu Isolek Kepahiang Taba Sating sebesar 44%, yang mengklasifikasikan
UNJAUNJA Durasi naratif menggunakan adegan dan ringkasan sehingga memuat durasi penceritaan dalam tiga ratus tiga puluh paragraf. Dari sisi frekuensi, ditemukanDurasi naratif menggunakan adegan dan ringkasan sehingga memuat durasi penceritaan dalam tiga ratus tiga puluh paragraf. Dari sisi frekuensi, ditemukan
UNJAUNJA Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya memahami semangat nasionalisme yang terkandung dalam karya sastra, terutama dalam konteks sejarahLatar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya memahami semangat nasionalisme yang terkandung dalam karya sastra, terutama dalam konteks sejarah
UNJAUNJA Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan analisis kepustakaan, serta analisis teori makna Charles CarpenterMetode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan analisis kepustakaan, serta analisis teori makna Charles Carpenter
UNJAUNJA Kemudian Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/06/X/2015 untuk menemukan bentuk ujaran kebencian. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 49 data ujaran kebencian.Kemudian Surat Edaran (SE) Kapolri Nomor SE/06/X/2015 untuk menemukan bentuk ujaran kebencian. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 49 data ujaran kebencian.
UNJAUNJA Penelitian ini menyelidiki pengaruh film thriller terhadap kecemasan dan pola hubungan antar pribadi pada mahasiswa Generasi Z di Indonesia. Metode yangPenelitian ini menyelidiki pengaruh film thriller terhadap kecemasan dan pola hubungan antar pribadi pada mahasiswa Generasi Z di Indonesia. Metode yang
UNJAUNJA Setiap bait dalam lirik menggambarkan perjalanan emosional yang intens, dari kerinduan, rasa sakit, hingga akhirnya menerima kemungkinan bahwa orang yangSetiap bait dalam lirik menggambarkan perjalanan emosional yang intens, dari kerinduan, rasa sakit, hingga akhirnya menerima kemungkinan bahwa orang yang
ARIMSIARIMSI Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dapatTeknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dapat
Useful /
UNJAUNJA Metafora merupakan suatu bentuk bahasa yang membandingkan dua konsep yang berbeda untuk mengungkapkan makna yang lebih dalam dan metafora dapat ditemukanMetafora merupakan suatu bentuk bahasa yang membandingkan dua konsep yang berbeda untuk mengungkapkan makna yang lebih dalam dan metafora dapat ditemukan
UNJAUNJA Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi antara bahasa Austronesia dan bahasa daerah di Jawa Tengah menunjukkan adaptasi linguistik yang dinamis, denganPenelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi antara bahasa Austronesia dan bahasa daerah di Jawa Tengah menunjukkan adaptasi linguistik yang dinamis, dengan
UNJAUNJA Penelitian ini berfokus pada simbolisme agraris dalam cerpen Mengantar Benih Padi Terakhir ke Ladang karya Silvester Petara Hurit, dengan tujuan mengungkapPenelitian ini berfokus pada simbolisme agraris dalam cerpen Mengantar Benih Padi Terakhir ke Ladang karya Silvester Petara Hurit, dengan tujuan mengungkap
ARIMSIARIMSI Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pola asuh dan lingkungan masyarakat terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDI Harekakae, Kabupaten Malaka.Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pola asuh dan lingkungan masyarakat terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDI Harekakae, Kabupaten Malaka.