UNJAUNJA

Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan Sastra

Objek penelitian ini adalah makna leksikal dan kultural dari pantangan masyarakat Banjar di Kecamatan Bram Itam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan analisis kepustakaan, serta analisis teori makna Charles Carpenter Fries. Proses analisis data mencakup transkripsi ujaran pantang-larang, analisis makna leksikal dan kultural, serta pengkategorian pantang-larang. Temuan penelitian menunjukkan 40 ungkapan pantangan yang diklasifikasikan dalam 10 kategori, dengan total 180 makna leksikal dan 44 makna kultural. Rincian temuan mencakup: 32 item leksikal dan 11 makna kultural untuk gadis yang belum menikah; 39 item leksikal dan 7 makna kultural bagi wanita hamil; 30 item leksikal dan 4 makna kultural bersifat umum, serta variasi lainnya. Makna leksikal diperoleh dari kamus Banjar-Indonesia dan informan, sedangkan makna kultural diambil dari penelitian relevan.

Dari analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan terhadap ujaran pantang-larang suku Banjar di Desa Sungai Saren, Kecamatan Bram Itam, maka dapat disimpulkan.Makna leksikal pada pantang-larang keseluruhan berjumlah 180 kosakata didapatkan dari 40 jenis pantang-larang.Makna kultural pada keseluruhan pantang-larang berjumlah 44 kosakata.Penulis menyarankan penelitian lanjutan untuk menambah data ujaran pantang-larang yang lebih bervariasi sesuai dengan kategori yang ada, serta melakukan analisis yang lebih kompleks mengenai ujaran pantang-larang tersebut.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi perbandingan antara pantang-larang masyarakat Banjar dengan kelompok etnis lain di Indonesia untuk melihat kesamaan dan perbedaan makna kultural. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak globalisasi terhadap pemeliharaan pantang-larang tradisional, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian juga bisa menggabungkan pendekatan etnolinguistik dengan studi antropologi untuk memahami hubungan antara kepercayaan lokal dan praktik sehari-hari. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang dinamika budaya dan bahasa dalam konteks modern. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji peran perempuan dalam penyampaian dan penerapan pantang-larang, serta bagaimana norma sosial ini berubah seiring waktu. Selain itu, analisis terhadap simbol-simbol dalam pantang-larang (seperti bahan makanan atau tempat keramat) bisa menjadi fokus penelitian untuk mengungkap makna spiritual dan kepercayaan masyarakat. Penelitian juga bisa mencakup studi kasus di daerah lain dengan kepercayaan serupa untuk memperkaya data. Penggunaan teknologi dalam dokumentasi dan analisis ujaran pantang-larang juga bisa menjadi inovasi untuk memastikan keberlanjutan data. Terakhir, penelitian bisa menggali hubungan antara pantang-larang dan nilai-nilai keagamaan atau filosofi hidup masyarakat Banjar secara lebih mendalam.

  1. Analisis Ungkapan Tradisional Melayu Jambi: Kajian Hermeneutik | Warni | Sosial Budaya. analisis ungkapan... doi.org/10.24014/sb.v17i2.10585Analisis Ungkapan Tradisional Melayu Jambi Kajian Hermeneutik Warni Sosial Budaya analisis ungkapan doi 10 24014 sb v17i2 10585
Read online
File size177.81 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test