UNJAUNJA

Kajian Linguistik dan SastraKajian Linguistik dan Sastra

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna mendalam dari lirik lagu Tablo Kasmaran karya Eutik Muchtar, yang populer dalam seni Kliningan dan Wayang Golek. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan teori semiotika Riffaterre untuk mengeksplorasi lapisan makna yang terkandung dalam lirik. Lagu Tablo Kasmaran dikenal karena musikalitasnya yang luar biasa dan lirik yang memikat, menjadikannya objek penelitian yang menarik. Melalui analisis ini, penulis menemukan pesan tersembunyi, lagu ini menyampaikan perasaan hati yang mengingatkan pada menunggu dalam kesepian, pada kekosongan yang hanya bisa diisi oleh orang yang dirindukan. Setiap bait membawa kita pada perjalanan emosional yang dalam dari kerinduan, kesakitan hati, hingga titik menerima bahwa orang yang dicintai mungkin tidak akan kembali. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang makna dan nilai-nilai budaya dalam musik Sunda, serta menjadi kontribusi bagi studi semiotika musik lokal.

Teori semiotika Michael Riffaterre bertujuan untuk mengungkapkan makna tersirat yang tersembunyi dalam karya sastra.Melalui pendekatan ini, teori semiotika berusaha menafsirkan dan menganalisis makna tersembunyi dalam lirik sastra atau puisi.Untuk memahami dan menafsirkan lirik dengan benar, diperlukan serangkaian langkah sistematis yang memungkinkan data komprehensif diperoleh tentang makna di balik puisi.Dalam studi lirik Tablo Kasmaran karya Eutik Muchtar, teori Riffaterre diterapkan sebagai kerangka analisis.Proses dimulai dengan membaca lirik secara mendalam, interpretasi bertingkat dari lirik, identifikasi makna kontekstual, dan pencarian kata kunci yang mewakili narasi lirik atau rumpaka secara keseluruhan.Lirik atau rumpaka sebagai bentuk karya sastra berfungsi sebagai media komunikasi melalui tanda bahasa yang mengandung makna.Menafsirkan makna ini memerlukan teori pendukung yang sesuai dengan topik penelitian.Dalam konteks menganalisis Tablo Kasmaran, semiotika Riffaterre menyediakan alat analisis untuk mengeksplorasi pesan dan emosi tersembunyi yang terkandung di dalamnya.Melalui analisis ini, ditemukan bahwa lagu Tablo Kasmaran menyampaikan perasaan mendalam menunggu dalam kesendirian, sebuah kekosongan yang hanya bisa diisi oleh kehadiran orang yang dirindukan.Setiap bait dalam lirik menggambarkan perjalanan emosional yang intens, dari kerinduan, rasa sakit, hingga akhirnya menerima kemungkinan bahwa orang yang dicintai mungkin tidak akan kembali.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan studi semiotika musik Sunda dengan menerapkan teori semiotika Riffaterre pada lirik lagu-lagu Sunda lainnya, untuk mengeksplorasi lebih lanjut dimensi budaya dan sosial yang terkandung dalam lirik.. . 2. Meneliti pengaruh lirik lagu Tablo Kasmaran terhadap persepsi dan emosi pendengar, serta bagaimana lirik tersebut dapat memengaruhi perilaku dan mindset pendengar dalam konteks budaya Sunda.. . 3. Menganalisis bagaimana lirik lagu Tablo Kasmaran merefleksikan nilai-nilai dan ideologi masyarakat Sunda, serta bagaimana lirik tersebut dapat menjadi medium komunikasi budaya yang efektif dalam menyampaikan pesan, nilai, dan ideologi kepada pendengarnya.

Read online
File size229.3 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test