ARIMSIARIMSI

Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamPentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam pembelajaran IPAS, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam Pembelajaran IPAS di SDN 2. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD 2 Batur yang dibagi menjadi tiga kategori: Kemampuan berpikir kritis tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dapat memenuhi semua indikator berpikir kritis, siswa dengan kemampuan berpikir kritis sedang mampu memenuhi tiga indikator, dan siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah hanya mampu memenuhi dua indikator. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti kondisi fisik, kecemasan, motivasi, interaksi, dan perkembangan intelektual, serta faktor eksternal berupa lingkungan sosial.

Berdasarkan hasil penelitian, siswa SDN 2 Batur berada pada kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam kemampuan berpikir kritis.Siswa kategori tinggi memenuhi semua indikator berpikir kritis, siswa kategori sedang memenuhi tiga indikator, dan siswa kategori rendah hanya memenuhi dua indikator.Kemampuan berpikir kritis siswa sebagian besar masih rendah, dan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu faktor internal seperti kondisi fisik, motivasi, kecemasan, perkembangan intelektual, dan interaksi, serta faktor eksternal berupa lingkungan sosial.Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, perlu dilakukan upaya-upaya seperti mendorong siswa untuk aktif dan berlatih soal-soal IPAS, mendorong siswa untuk bertanya dan mendiskusikan tantangan dengan guru dan teman, serta menerapkan strategi pembelajaran yang membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi metode-metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, seperti penggunaan pendekatan inkuiri atau pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran guru dalam mendorong dan memfasilitasi berpikir kritis siswa, serta bagaimana guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor eksternal, seperti lingkungan sosial dan dukungan orang tua, terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.

  1. ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SDN KARANG TENGAH 11 KOTA... doi.org/10.54443/sibatik.v1i1.4ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SDN KARANG TENGAH 11 KOTA doi 10 54443 sibatik v1i1 4
  2. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur... doi.org/10.62383/pentagon.v2i4.295Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar Kelas V SDN 2 Batur doi 10 62383 pentagon v2i4 295
Read online
File size905.46 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test