UNISKA BJMUNISKA BJM
AL JAZARI : JURNAL ILMIAH TEKNIK MESINAL JAZARI : JURNAL ILMIAH TEKNIK MESINMilling toolboy adalah alat bantu yang digunakan untuk menahan arbor selama proses pemasangan dan pelepasan alat potong serta pull stud. Pada kondisi eksisting di Bengkel WAD Politeknik ATMI Surakarta, sistem pencekaman berbasis pegas tidak mampu mempertahankan arbor BT40 pada posisi rotasi 180°, terutama untuk massa di atas 2,5 kg, sehingga berpotensi menyebabkan arbor terlepas dan membahayakan operator. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pencekaman milling toolboy dengan mengganti mekanisme pegas menjadi sistem ulir berbasis baut M10 yang dilengkapi guide pin. Metode penelitian meliputi analisis teoritis gaya berat arbor, gaya pegas, gaya aksial baut, serta perhitungan faktor keamanan, kemudian dilanjutkan dengan pengujian fungsional pada variasi massa arbor 2 kg hingga 3,5 kg. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem pegas hanya menghasilkan gaya 16 N dengan faktor keamanan 0,47, sedangkan sistem ulir menghasilkan gaya aksial 2500 N dengan faktor keamanan 72,8. Pengujian fungsional menunjukkan bahwa sistem lama tidak mampu menahan arbor pada massa di atas 2,5 kg, sementara sistem baru mampu mempertahankan seluruh variasi massa secara stabil pada posisi 180°. Meskipun waktu pengoperasian sedikit lebih lama, sistem baru memberikan peningkatan signifikan pada aspek keselamatan dan keandalan. Pengembangan ini terbukti meningkatkan fungsi dan stabilitas milling toolboy dalam kondisi kerja aktual.
Berdasarkan hasil analisis teoritis dan pengujian fungsional, dapat disimpulkan bahwa sistem pencekaman milling toolboy lama berbasis pegas tidak memenuhi persyaratan kestabilan untuk menahan arbor BT40 bermassa 3,5 kg pada posisi rotasi 180°, dengan nilai faktor keamanan sebesar 0,47.Sistem pencekaman hasil pengembangan berbasis mekanisme ulir yang dilengkapi guide pin mampu menghasilkan gaya aksial sebesar 2500 N dengan faktor keamanan 72,8, sehingga secara teoritis memiliki kapasitas pencekaman yang jauh lebih besar dibandingkan sistem berbasis pegas.Pengujian fungsional menunjukkan bahwa sistem lama tidak mampu menahan arbor pada massa di atas 2,5 kg, sedangkan sistem hasil pengembangan mampu mempertahankan seluruh variasi massa secara stabil pada posisi 180°.Pengembangan sistem pencekaman berbasis mekanisme ulir terbukti meningkatkan stabilitas, keselamatan kerja, dan keandalan operasional milling toolboy pada kondisi penggunaan di Bengkel WAD Politeknik ATMI Surakarta.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan evaluasi ketahanan mekanisme pencekaman terhadap siklus operasi berulang, analisis pengaruh beban dinamis selama penggunaan, serta pengembangan desain agar kompatibel dengan berbagai tipe arbor pada sistem toolboy yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada peningkatan efisiensi dan kenyamanan operasional sistem pencekaman, serta analisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan arbor pada posisi rotasi 180°.
| File size | 540.32 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Semakin lama waktu hidrolisis, semakin tinggi kadar glukosa yang dihasilkan, dengan nilai tertinggi mencapai 41,80 % kadar glukosa pada 120 menit. PersentaseSemakin lama waktu hidrolisis, semakin tinggi kadar glukosa yang dihasilkan, dengan nilai tertinggi mencapai 41,80 % kadar glukosa pada 120 menit. Persentase
UNISKA BJMUNISKA BJM Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti implementasi kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Kapar, Kecamatan Batang Alai Selatan, dan mengidentifikasiTujuan penelitian ini adalah untuk meneliti implementasi kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Kapar, Kecamatan Batang Alai Selatan, dan mengidentifikasi
UNISKA BJMUNISKA BJM Tingkat kematangan buah selama proses panen dan pascapanen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas kopi. Namun, metode sortasi manual yangTingkat kematangan buah selama proses panen dan pascapanen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas kopi. Namun, metode sortasi manual yang
UNISKA BJMUNISKA BJM Dengan asumsi turbin beroperasi 24 jam sehari, 30 hari sebulan, energi yang dihasilkan per bulan adalah 94,92 kWh dan per tahun adalah 1. Penggunaan TSRDengan asumsi turbin beroperasi 24 jam sehari, 30 hari sebulan, energi yang dihasilkan per bulan adalah 94,92 kWh dan per tahun adalah 1. Penggunaan TSR
UNISKA BJMUNISKA BJM Selain itu, laju perpindahan panas meningkat seiring dengan semakin rapatnya jarak antar sirip dan semakin besarnya debit aliran air. Nilai laju perpindahanSelain itu, laju perpindahan panas meningkat seiring dengan semakin rapatnya jarak antar sirip dan semakin besarnya debit aliran air. Nilai laju perpindahan
UNISKA BJMUNISKA BJM Material Tembaga (Cu) sangat berperan dalam kemajuan teknologi dalam bidang konstruksi, transportasi, dan dirgantara. Namun peranya yang begitu luas jugaMaterial Tembaga (Cu) sangat berperan dalam kemajuan teknologi dalam bidang konstruksi, transportasi, dan dirgantara. Namun peranya yang begitu luas juga
UNTANUNTAN Pengolahan limbah plastik, khususnya Low-Density Polyethylene (LDPE) menjadi permasalahan lingkungan karena sulit terurai. Salah satu metode pengolahanPengolahan limbah plastik, khususnya Low-Density Polyethylene (LDPE) menjadi permasalahan lingkungan karena sulit terurai. Salah satu metode pengolahan
UNPAMUNPAM Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model matematika yang dapat digunakan dalam penentuan proses adsorpsi logam Cu menggunakan bioadsorben dari tongkolPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh model matematika yang dapat digunakan dalam penentuan proses adsorpsi logam Cu menggunakan bioadsorben dari tongkol
Useful /
UNPAMUNPAM Limbah cair tekstil umumnya mengandung zat warna yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan, salah satunya adalah methyl orange (MO) yang bersifatLimbah cair tekstil umumnya mengandung zat warna yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan, salah satunya adalah methyl orange (MO) yang bersifat
UNPAMUNPAM 127)OH) yang berperan dalam degradasi senyawa organik. Sinar matahari memberikan hasil lebih baik dibanding UV-C dari segi efisiensi dan keberlanjutan.127)OH) yang berperan dalam degradasi senyawa organik. Sinar matahari memberikan hasil lebih baik dibanding UV-C dari segi efisiensi dan keberlanjutan.
UNPAMUNPAM Eksperimen meliputi persiapan FA, sintesis hidrogel, analisis pembengkakan, evaluasi stabilitas fisik yang didefinisikan sebagai ketahanan terhadap gayaEksperimen meliputi persiapan FA, sintesis hidrogel, analisis pembengkakan, evaluasi stabilitas fisik yang didefinisikan sebagai ketahanan terhadap gaya
PBNSURABAYAPBNSURABAYA Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling terhadap 35Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling terhadap 35