UNPAMUNPAM

Jurnal Ilmiah Teknik KimiaJurnal Ilmiah Teknik Kimia

Kulit buah kakao mengandung serat kasar, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sehingga berpotensi untuk dijadikan adsorben. Limbah cair tekstil umumnya mengandung zat warna yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan, salah satunya adalah methyl orange (MO) yang bersifat toksik dan mutagenik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kulit buah kakao sebagai bioadsorben dalam penyisihan MO dari limbah cair. Proses adsorpsi dilakukan menggunakan kolom packed bed dengan berat unggun kakao sebanyak 100g. Konsentrasi awal umpan limbah MO yang digunakan adalah 5 ppm dengan temperatur operasi pada kondisi ruang antara 25-27°C. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh laju alir dan pH. Hasil terbaik dibandingkan dengan bioadsorben kakao yang diaktivasi menggunakan metode basa. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum yang dicapai pada laju alir 25 ml/menit dan pH 7 dengan kapasitas adsorpsi diperoleh sebesar 19,81 × 10⁻⁵ mg/g. Bioadsorben kakao dengan aktivasi basa mampu meningkatkan luas permukaan dan volume pori adsorben, sehingga kapasitas adsorpsi bertambah meskipun residu aktivasi berpengaruh pada nilai chemical oxygen demand (COD) dan total suspended solid (TSS).

Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai bioadsorben efektif dalam penyisihan zat warna Methyl orange dari limbah cair tekstil.Kondisi optimum dicapai pada laju alir 25 ml/menit dan pH 7, dengan kapasitas adsorpsi sebesar 19,81 mg/g berdasarkan model Thomas.Aktivasi basa mampu meningkatkan kemampuan adsorpsi meskipun berpengaruh pada parameter COD dan TSS.Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa potensi kulit buah kakao sebagai alternatif adsorben ramah lingkungan dalam pengolahan limbah cair industri tekstil.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi kulit buah kakao sebagai bioadsorben. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan proses aktivasi kulit buah kakao, misalnya dengan menggunakan metode aktivasi yang berbeda atau memvariasikan parameter aktivasi seperti suhu dan waktu, guna meningkatkan luas permukaan dan volume pori adsorben secara signifikan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada studi kinetika adsorpsi yang lebih mendalam, termasuk penentuan mekanisme adsorpsi dan pengaruh berbagai faktor seperti suhu, pH, dan konsentrasi zat warna terhadap laju adsorpsi. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas bioadsorben kulit buah kakao dalam mengadsorpsi berbagai jenis zat warna tekstil lainnya, serta menguji efektivitasnya dalam kondisi limbah yang lebih kompleks, seperti limbah yang mengandung berbagai jenis polutan organik dan anorganik. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi dan batasan bioadsorben kulit buah kakao dalam aplikasi pengolahan limbah cair tekstil.

  1. Activated carbon synthesised from lignocellulosic cocoa pod husk via alkaline and acid treatment for... pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2025/ra/d5ra05557aActivated carbon synthesised from lignocellulosic cocoa pod husk via alkaline and acid treatment for pubs rsc en content articlelanding 2025 ra d5ra05557a
  2. Efficient adsorption of methyl orange and methyl blue dyes by a novel triptycene-based hyper-crosslinked... pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2022/ra/d1ra08589aEfficient adsorption of methyl orange and methyl blue dyes by a novel triptycene based hyper crosslinked pubs rsc en content articlelanding 2022 ra d1ra08589a
Read online
File size283.73 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test