UNMUNM

HomeECHomeEC

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi ecoprint pada bahan semi katun dengan menggunakan teknik gulung dan fiksasi tawas. Pigmen warna diambil dari daun dan buah prem, daun belimbing, daun monstera, daun mayana dan daun kencana ungu. Urgensi penelitian terletak pada kebutuhan pemilihan bahan utama yaitu bahan semi katun dimana bahan ini banyak digunakan untuk kebutuhan pembuatan pakaian sehari-hari dan teknik ecoprint sebagai pewarna dan motif alami pada tekstil. Bahan semi katun dengan warna dan motif ecoprint bisa menjadi pilihan bahan pembuatan busana yang ramah lingkungan dan terus dikembangkan agar dapat bersaing dengan bahan dari pewarna sintetis yang banyak beredar di pasaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian dilakukan sesuai prosedur yaitu diawali dengan memilih teknik ecoprint yang akan digunakan yaitu teknik gulung, kemudian menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan, mordanting bahan utama, memulai langkah ecoprint dan ditutup dengan fiksasi sebagai pengunci warna pada bahan. Luaran penelitian berupa analisis hasil jadi ecoprint pada bahan semi katun yang dapat menambah referensi pembelajaran pada mata kuliah kriya.

Proses pembuatan ecoprint menggunakan bahan semi katun dilakukan dengan teknik gulung dengan pertimbangan bahwa kain katun sebagai bahan utamanya mudah menyerap warna.Bahan fiksasi yang digunakan adalah tawas karena tawas bisa membuat warna menjadi lebih terang.Pigmen warna diambil dari beberapa daun dan buah atau biji dari tanaman yang ada di sekitar kita dan mudah didapatkan seperti daun dan buah prem, daun belimbing, monstera, daun mayana dan daun kencana ungu.Hasil jadi ecoprint menggunakan bahan semi katun menurut pendapat panelis dinilai dari 3 indikator yaitu penyerapan warna, kerataan motif dan ketahanan warna secara umum adalah baik.Persentasi penerimaan dari penyerapan warna adalah 95%, dari kerataan warna 90% dan dari ketahanan warna satu kali cuci 63%.Untuk ketahanan warna satu kali cuci lebih rendah penerimaannya karena warna dan motif memudar setelah pencucian sebab bahan alami penguncian warnanya tidak sekuat warna sintetis.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode fiksasi alami yang lebih efektif untuk meningkatkan daya tahan warna ecoprint. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi kombinasi bahan alami lain seperti daun atau bunga yang belum teruji untuk menghasilkan variasi motif dan warna yang lebih kaya. Terakhir, studi lanjutan juga bisa mengevaluasi dampak lingkungan dari proses mordanting dan fiksasi ecoprint dibandingkan dengan teknik pewarnaan sintetis, termasuk analisis biaya produksi dan keberlanjutan jangka panjang.

Read online
File size2.12 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test