UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

JIMEK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa EkonomiJIMEK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi

Penelitian ini menguji apakah kepuasan kerja berperan sebagai mediator selektif yang menghubungkan penilaian kinerja, motivasi kerja, dan kompetensi dengan kinerja pegawai di KPP Pratama Kepanjen. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan 76 pegawai yang dilibatkan melalui pendekatan sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert lima tingkat dan dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Penilaian kinerja (β = 0,746; p = 0,001) dan motivasi kerja (β = 0,576; p < 0,001) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan kompetensi tidak berpengaruh signifikan (β = -0,473; p = 0,061). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (β = 0,326; p = 0,034), sementara pengaruh langsung penilaian kinerja, motivasi kerja, dan kompetensi terhadap kinerja tidak signifikan. Pengaruh tidak langsung hanya signifikan pada jalur motivasi kerja melalui kepuasan kerja (β = 0,188; p = 0,039). Dengan demikian, kepuasan kerja bukan mediator universal, melainkan jalur psikologis tidak langsung yang mengubah motivasi kerja menjadi kinerja. Temuan ini membedakan dampak sikap dari sistem penilaian formal dan mekanisme motivasional yang mendukung kinerja pegawai sektor publik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penilaian kinerja dan motivasi kerja meningkatkan kepuasan kerja, dan kepuasan kerja meningkatkan kinerja pegawai.Namun, penilaian kinerja, motivasi kerja, dan kompetensi tidak langsung meningkatkan kinerja pegawai.Kepuasan kerja hanya memediasi efek motivasi kerja terhadap kinerja pegawai.tidak memediasi hubungan antara penilaian kinerja dan kinerja, atau kompetensi dan kinerja.Kesimpulan utama adalah kepuasan kerja adalah jalur psikologis selektif, bukan mediator universal.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana penilaian kinerja dapat dihubungkan dengan pengembangan individu dan tindakan pengembangan yang terstruktur. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana motivasi kerja dapat diubah menjadi kepuasan kerja melalui pengakuan, supervisi yang mendukung, dan peluang pengembangan yang transparan. Terakhir, studi selanjutnya dapat fokus pada bagaimana kompetensi dapat diaktifkan melalui peran yang selaras, tugas yang ditargetkan, dan pengembangan berbasis kompetensi. Rekomendasi ini harus diimplementasikan dengan indikator follow-up yang dapat diukur, bukan sebagai inisiatif sumber daya manusia umum.

  1. HRMARS - Motivation to Learn Online: An Analysis From Mcclelland’s Theory of Needs. hrmars motivation... doi.org/10.6007/IJARBSS/v13-i3/16471HRMARS Motivation to Learn Online An Analysis From McclellandAos Theory of Needs hrmars motivation doi 10 6007 IJARBSS v13 i3 16471
  2. Determination of Work Motivation, Leadership Style, Employee Competence on Job Satisfaction and Employee... doi.org/10.52970/grhrm.v2i1.160Determination of Work Motivation Leadership Style Employee Competence on Job Satisfaction and Employee doi 10 52970 grhrm v2i1 160
  3. Business Perspectives - Effect of work motivation and job satisfaction on employee performance: Mediating... doi.org/10.21511/ppm.19(3).2021.14Business Perspectives Effect of work motivation and job satisfaction on employee performance Mediating doi 10 21511 ppm 19 3 2021 14
Read online
File size398.12 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test