UIN SGDUIN SGD

Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya

Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang kelompok radikal yang memanfaatkan agama melalui media sosial, hal ini mengambil peranan yang sangat besar dalam memberikan informasi kepada publik, khususnya kaum muda akan ideologi radikal. Dengan fakta bahwa perekrutan kaum muda dalam organisasi-organisasi radikal banyak dilakukan dengan menggunakan media internet. Media sosial memegang peran penting dalam memberikan informasi ke publik terhadap isu-isu radikalisme sehingga masyarakat terpropaganda terhadap isu-isu radikal yang disebarkan melalui media tersebut. Fakta ini dibuktikan dengan sejumlah kelompok teroris yang menggunakan media sosial untuk media dakwah dan membangun situs khusus sebagai medium untuk melakukan mengkoordinasi semua kegiatan yang terkait dalam pelaksanaan aksi teror.

Kehadiran teknologi, internet, media sosial sangat memberikan andil besar dalam menyebarluaskan paham radikal, menjadi media progapanda untuk melakukan tindakan intoleran, sebagai ajang rekrutmen, pelatihan, pendidikan, pembinaan jejaring anggota guna menebar aksi teror dan bom bunuh diri di bumi Nusantara ini.Dengan cara menggunakan konten-konten yang mengajak setiap pengunjung untuk mempraktikan toleransi, dialog hidup antaragama, berdampingan, kerukunan, perdamaian, menjunjung tinggi hak asasi manusia dan demokrasi sebagai upaya menanggulangi konflik horizontal dan vertikal.

Untuk menangkal penyebaran paham radikalisme, aksi bom bunuh diri dan tidak melakukan segala tindakan intoleran dalam bentuk kekerasan atas nama apa pun, anak muda harus menjadi duta damai dunia maya sebagai salah satu solusi untuk melindungi anak muda dari propaganda terorisme melalui media sosial. Duta damai ini harus aktif menggaungkan perdamaian melalui tulisan, blog, gambar, video, meme, dan media damai lainnya. Selain itu, perlu ada upaya untuk mengembangkan sistem kontrol diri yang kuat di kalangan komunitas IT dan media massa, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengendalikan informasi global dan media massa yang tidak terkontrol. Dengan demikian, semangat Bhineka Tunggal Ika bangsa Indonesia dapat terjaga dan terhindar dari perpecahan yang disebabkan oleh pengaruh informasi global dan media massa yang tidak terkontrol.

Read online
File size197.06 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test