UIN SGDUIN SGD

Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya

Tulisan ini adalah refleksi dari penelitian yang telah dilakukan terhadap KH. A. Maulana Jamaludin Al-Busyiri (Haji Ule) dan K.H. Salimul Apip (Ajengan Apip). Keduanya aktif mempromosikan kegiatan shalawat dari panggung ke panggung dengan iringan-iringan musik di pelosok-pelosok Jawa Barat. Di atas panggung-panggung itu syair shalawat dilantunkan dengan meminjam nada dari lagu-lagu yang sedang popular di lidah masyarakat, seperti nada lagu iwak peyek, tum hi ho dan lain sebagainya. Shalawatan yang dulu dilakukan di mesjid-mesjid, di rumah-rumah dengan penuh khidmat dan sarat dengan bobot ruhaniah kini tampil lebih semarak, lebih popular, lebih entertaining. Pengaruh budaya pop terlihat sangat nyata dalam panggung-panggung shalawat itu, dan ini adalah fakta sosial yang mengisyaratkan tengah terjadinya transformasi agama pada masyarakat pedesaan.

Penelitian ini ingin menunjukkan perubahan pola perilaku masyarakat pedesaan dalam mengekspresikan rasa keberagamaan mereka, sebagai akibat dari budaya pop yang mereka lihat sehari-hari lewat berbagai saluran media masa televisi.Ekspresi religiusitas masyarakat desa yang dahulu terkesan tradisional dan konvensional, telah berubah menjadi modern dan kontemporer, sebagaimana yang terlihat dalam kegiatan Shalawatan yang mereka adakan.Dahulu mereka melakukan Shalawatan di mesjid-mesjid atau di rumah-rumah penduduk, dalam suanana khidmat, sambil duduk bersila.Sekarang mereka melakukannya di lapangan terbuka dengan sebuah panggung besar di depannya.Shalawat dilantunkan dengan musik pop atau dangdut yang sedang popular.Suanana hingar-bingar bak konser live music ini mereka lakukan semalam suntuk, diselingi dakwah para kyai.Shalawatan model ini telah menggantikan shalawatan konvensional yang dulu biasa mereka lalukan.Acara shalawat panggung ini merupakan representative dari bentuk transformasi agama yang terjadi pada masyarakat pedesaan yang sedang mengalami proses urbanisasi, budaya pop memberikan andil yang besar dalam perubahan tradisi keagamaan ini.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pengaruh budaya pop pada tradisi shalawatan di masyarakat pedesaan dengan tradisi keagamaan lainnya, seperti doa-doa atau ritual-ritual keagamaan. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang bagaimana budaya pop mempengaruhi persepsi dan praktik keagamaan generasi muda di masyarakat pedesaan, serta bagaimana mereka menyesuaikan atau mengadaptasi tradisi keagamaan dengan budaya pop yang mereka konsumsi. Terakhir, penelitian tentang dampak ekonomi dan sosial dari acara shalawatan panggung ini terhadap masyarakat pedesaan juga dapat menjadi fokus penelitian yang menarik.

  1. Jurnal Al-Tsaqafa. view pupujian shalawatan shalat berjama pendekatan semiotik jurnal al tsaqafa journal.uinsgd.ac.id/index.php/jat/article/view/3039/1896Jurnal Al Tsaqafa view pupujian shalawatan shalat berjama pendekatan semiotik jurnal al tsaqafa journal uinsgd ac index php jat article view 3039 1896
Read online
File size136.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test