IAINPTKIAINPTK

Journal of Islamic LawJournal of Islamic Law

Abstrak: Artikel ini menganalisis pemikiran Muhammad Syahrūr (Syahrūr) tentang klasifikasi mustahik zakat berdasarkan penafsiranya terhadap QS. al-Taubah [9]: 60. Pemikiran Syahrūr ini unik, karena bertentangan dengan klasifikasi mustahik zakat yang disepakati oleh mayoritas ulama fikih. Artikel ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan hermeneutika Gadamer. Data dikumpulkan melalui kajian teks dan dianalisis dengan teknik deskriptif-analisis. Kami menemukan bahwa Syahrūr mengklasifikasi mustahik zakat menjadi empat: fakīr, miskīn, ghārim, dan ibn sabīl. Dengan pendekatan historis ilmiah, Syahrūr mendinamisasi makna fakīr yang mencakup anak yatim, makna miskīn mencakup orang-orang yang berkebutuhan khusus, makna ghārim mencakup hutang untuk membayar diat pembunuhan keliru (al-qatl al-khaṭa), dan makna ibn sabīl yang merujuk pada musafir. Produk penafsiran Syahrūr terhadap QS. al-Taubah [9]: 60 merupakan implikasi dari pendekatan yang digunakannya. Pendekatan historis ilmiah dibangunnya ketika di Moskow yang ketika itu logika zaman yang berkembang (episteme) adalah strukturalisme dari Formalis Rusia. Pendekatan historis ilmiah juga dipengaruhi oleh guru linguistiknya, Jafar Dak al-Bāb. Kajian sinkronis yang mendominasi dalam pendekatan Syahrūr mengharuskannya melihat kondisi objek kontemporer dalam memahami QS. al-Taubah [9]: 60. Kondisi Suriah yang buruk, baik dari faktor internal dan eksternal, mempengaruhi hasil penafsiran Syahrūr atas QS. al-Taubah [9]: 60.

Muhammad Syahrūr menawarkan interpretasi yang relatif baru tentang mustaḥiq zakah.Menurutnya, empat kategori tidak bisa diabaikan dalam penerimaan zakat, yaitu fakīr, miskīn, ghārim, dan ibn sabīl.Dengan pendekatan ilmiah-historis, Syahrūr merevisi makna fakīr untuk mencakup anak yatim, miskīn untuk orang berkebutuhan khusus, ghārim untuk utang pembayaran diat pembunuhan, dan ibn sabīl untuk musafir.60 dipengaruhi oleh kondisi Suriah yang sulit, baik faktor internal maupun eksternal, serta pengaruh episteme zaman Moskow yang mengedepankan strukturalisme Rusia.

Saran penelitian lanjutan: Pertama, analisis dampak pendekatan strukturalisme Rusia terhadap interpretasi kitab suci oleh tokoh-tokoh Islam lainnya. Kedua, studi tentang penerapan metode hermeneutika Gadamer dalam konteks zakat modern yang menghadapi tantangan global. Ketiga, penelitian lebih lanjut tentang peran faktor sosial-politik dalam membentuk pandangan Syahrūr terhadap klasifikasi mustaḥiq zakah, terutama di tengah konflik dan ketidakstabilan regional.

  1. Reconstruction of Women’s Fiqh: An Analysis of Muhammad Shahrūr’s Contemporary Reading in... doi.org/10.24260/jil.v3i2.860Reconstruction of WomenAos Fiqh An Analysis of Muhammad ShahrrAos Contemporary Reading in doi 10 24260 jil v3i2 860
  2. Hermeneutika Muhammad Shahrūr dan Implikasinya terhadap Istinbāṭ al-Aḥkām dalam Persoalan Wanita... journal.uinjkt.ac.id/index.php/ahkam/article/view/956Hermeneutika Muhammad Shahrr dan Implikasinya terhadap IstinbA al AukAm dalam Persoalan Wanita journal uinjkt ac index php ahkam article view 956
  3. Rethinking of contemporary Islamic law methodology: Critical study of Muhammad Shahrūr’s thinking... doi.org/10.4102/hts.v78i4.7152Rethinking of contemporary Islamic law methodology Critical study of Muhammad ShahrrAos thinking doi 10 4102 hts v78i4 7152
  4. Not Eight, But Four: Muhammad Syahrūr’s Reconstruction of Mustaḥiq Zakah’s Classification |... Doi.Org/10.24260/Jil.V4i1.1211Not Eight But Four Muhammad SyahrrAos Reconstruction of Mustauiq ZakahAos Classification Doi Org 10 24260 Jil V4i1 1211
Read online
File size317.63 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test