IAINPTKIAINPTK

Journal of Islamic LawJournal of Islamic Law

Abstrak: Artikel ini membahas pemikiran Khaled M. Abou El Fadl (El Fadl) mengenai otoritas hukum Islam dan kritiknya terhadap fatwa tentang larangan wanita bepergian sendirian tanpa mahram yang dikeluarkan oleh Council for Scientific Research and Legal Opinions (CRLO), Arab Saudi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan menganalisis sejumlah fatwa yang dikeluarkan oleh CRLO dan sejumlah karya El Fadl sebagai sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa El Fadl berupaya merumuskan hukum Islam yang otoritatif dan progresif. El Fadl mengkritik fatwa otoriter CRLO tentang larangan wanita bepergian sendirian tanpa mahram dengan menggunakan kerangka kerja hermeneutik. El Fadl menegaskan bahwa pembaca harus dapat memahami pesan dari teks keagamaan dengan menghubungkan teks pada saat diturunkan dengan teks pada saat ini, memperhatikan kompetensi teks, penetapan makna, dan keterwakilan. Menurut El Fadl, teks hadis yang dijadikan landasan oleh CRLO tidak lagi relevan pada konteks saat ini, karena rasa aman yang menjadi dasar fatwa tersebut dapat diatasi. Penelitian ini memberikan kesimpulan argumentasi bahwa pandangan El Fadl termasuk dalam pemikiran muslim progresif. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada diskursus tentang keterbukaan dan inklusivitas Islam di dunia modern.

Abou El Fadl mengkritik fatwa CRLO yang melarang wanita bepergian sendirian tanpa mahram, menilai fatwa ini tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender dalam Islam.Ia menyoroti dampak negatif larangan ini terhadap akses pendidikan, kesempatan ekonomi, dan kesehatan wanita.Penelitian ini menekankan pentingnya interpretasi hukum Islam yang inklusif dan sejalan dengan standar hak asasi manusia kontemporer.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pendekatan hermeneutik El Fadl pada fatwa lain di luar CRLO. Selain itu, perbandingan antara fatwa CRLO dengan pendekatan hukum Islam dari wilayah lain dapat memberikan perspektif baru. Studi juga diperlukan untuk menganalisis peran media sosial dalam menyebarkan interpretasi Islam progresif, terutama dalam konteks perubahan sosial modern.

  1. | Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum. al mazaahib jurnal perbandingan quick jump page content main... doi.org/10.14421/al-mazaahib.v3i1.1380Al Mazaahib Jurnal Perbandingan Hukum al mazaahib jurnal perbandingan quick jump page content main doi 10 14421 al mazaahib v3i1 1380
  2. Challenging the Status Quo: Khaled M. Abou El Fadl’s Perspectives on Islamic Legal Authority and... e-journal.iainptk.ac.id/index.php/jil/article/view/1071Challenging the Status Quo Khaled M Abou El FadlAos Perspectives on Islamic Legal Authority and e journal iainptk ac index php jil article view 1071
  3. Negotiative Hermeneutics of Khaled Abou El Fadl: Truth Postponement and Negotiating The Meaning of Text... doi.org/10.24014/jush.v28i2.10189Negotiative Hermeneutics of Khaled Abou El Fadl Truth Postponement and Negotiating The Meaning of Text doi 10 24014 jush v28i2 10189
Read online
File size307.47 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test