STAIN KEPRISTAIN KEPRI

PERADAPERADA

Penelitian ini bertujuan untuk menstabilkan konduktivitas dalam masyarakat sehingga studi ini akan melihat dampak buzzer politik terhadap perkembangan demokrasi yang berlangsung di Indonesia dari perspektif hukum Islam. Selain itu, penelitian ini tidak hanya menjelaskan masalah buzzer politik secara jelas tetapi juga mencari catatan kritis dan reflektif terhadap studi sebelumnya. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah etnografi virtual karena studi ini mengeksaminasi fenomena masyarakat melalui media baru berbasis virtual melalui metode analisis literatur sebagai teknik pengumpulan data dengan menerapkan paradigma kritis yang dianalisis dengan pola analitis-deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa fenomena buzzer politik dianggap telah menciptakan hegemoni bahwa cara melakukan politik dengan mekanisme menyerang atau memprovokasi satu sama lain adalah cara yang benar dalam politik. Oleh karena itu, perilaku yang dilakukan oleh buzzer politik telah melanggar ketentuan hukum Islam. Selain itu, buzzer politik juga merusak ideologi politik generasi mendatang dan perkembangan demokrasi di Indonesia.

Fenomena buzzer politik dianggap telah menciptakan hegemoni bahwa cara melakukan politik dengan mekanisme menyerang atau memprovokasi satu sama lain adalah cara yang benar dalam politik.Perilaku yang dilakukan oleh buzzer politik telah melanggar ketentuan hukum Islam.Selain itu, buzzer politik juga merusak ideologi politik generasi mendatang dan perkembangan demokrasi di Indonesia.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan mencakup: (1) Mempelajari kerangka hukum yang dapat mengatur aktivitas buzzer politik agar sesuai dengan prinsip hukum Islam, seperti hifdz an-nafs (perlindungan jiwa) dan hifdz al-irdh (perlindungan martabat). (2) Menganalisis dampak buzzer politik terhadap pemahaman generasi muda tentang demokrasi dan bagaimana mereka dapat dibentuk untuk menjadi agen perubahan yang lebih kritis. (3) Meneliti potensi penggunaan etika digital dalam media sosial untuk mengurangi polarisasi dan menyebarkan informasi yang lebih akurat. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana mengelola pengaruh buzzer politik secara etis dan berkelanjutan.

  1. KRISIS PENGETAHUAN MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA: STUDI KASUS IMMAH MUDILIN (GUS NUR) DALAM MENAFSIRKAN... doi.org/10.35961/perada.v5i2.618KRISIS PENGETAHUAN MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA STUDI KASUS IMMAH MUDILIN GUS NUR DALAM MENAFSIRKAN doi 10 35961 perada v5i2 618
Read online
File size376.85 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test