ULUMUNAULUMUNA

UlumunaUlumuna

Penelitian ini menganalisis pergerakan Islam transnasional, khususnya Salafi di Sulawesi Selatan, internalisasinya, dan implikasinya terhadap moderasi keagamaan. Dengan menerapkan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologis, penelitian ini dilakukan di beberapa lokasi kunci di Sulawesi Selatan, yaitu di Makassar, Gowa, dan Parepare, termasuk pondok pesantren dan beberapa masjid strategis. Penelitian mengungkapkan bahwa pendekatan dakwah Salafi, yang efektif dan responsif terhadap dinamika sosial, telah mendapatkan tempat di masyarakat. Namun, pendekatan puritan ini menghadapi tantangan dalam menginternalisasi moderasi keagamaan, terutama dalam hal toleransi antaragama dan adaptasi terhadap budaya lokal. Moderasi keagamaan menawarkan solusi untuk menciptakan perilaku keagamaan yang lebih inklusif dan adaptif, mendukung harmoni antara komunitas keagamaan di Indonesia.

Gerakan Salafi di Sulawesi Selatan telah berkembang dengan karakteristik yang berbeda dari daerah lain di Indonesia, terutama dalam responsnya terhadap budaya lokal dan konteks sosial.Gerakan ini muncul di tengah masyarakat dengan warisan kuat tradisi Islam moderat, seperti yang dianut oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan organisasi Islam lainnya.Fokus utama Salafisme di Sulawesi Selatan adalah pemurnian ajaran Islam melalui penolakan terhadap unsur-unsur budaya lokal yang dianggap sebagai khilafat dan bidah, seperti tradisi ziarah ke makam, perayaan Maulid, dan ritual tradisional lainnya yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam murni.Tokoh-tokoh berpengaruh seperti Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi dan Ustadz Luqman Jamal memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran Salafi, terutama di kota-kota besar seperti Makassar, Parepare, dan Gowa.Melalui pendirian pondok pesantren dengan ciri khas Salafi seperti Pesantren As-Sunnah dan Tanwirsunnah, gerakan ini tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan tetapi juga memperkuat dakwah mereka di kalangan generasi muda, terutama mahasiswa universitas.Media modern seperti radio dan internet menjadi alat utama dalam menyebarkan dakwah mereka, sehingga lebih diterima oleh mereka yang mencari pemahaman yang lebih harfiah dan tekstual tentang agama.Gerakan Salafi di Sulawesi Selatan telah menarik pengikut, terutama dari kalangan pemuda, tetapi menghadapi tantangan dalam menyelaraskan ajaran puritan dengan keragaman budaya lokal.Pendekatan yang kaku sering bertabrakan dengan inklusivitas masyarakat Sulawesi Selatan.Tantangan utama adalah mempertahankan kemurnian ajaran sambil menghormati keragaman budaya dan sosial Sulawesi Selatan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang interaksi dan pengaruh timbal balik antara gerakan Salafi dan inisiatif moderasi keagamaan di Sulawesi Selatan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana kedua gerakan ini saling berinteraksi, beradaptasi, dan mempengaruhi dinamika sosial dan keagamaan komunitas Muslim di lokasi spesifik seperti Sulawesi Selatan. Kedua, penelitian dapat berfokus pada tantangan-tantangan yang dihadapi dalam menginternalisasi moderasi keagamaan di kalangan komunitas Salafi di Sulawesi Selatan. Studi ini dapat menyelidiki strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk mempromosikan toleransi antaragama dan adaptasi terhadap budaya lokal, serta bagaimana hal ini dapat memperkuat harmoni antara komunitas keagamaan di Indonesia. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana gerakan Salafi di Sulawesi Selatan mempengaruhi pemahaman keagamaan generasi muda, terutama mahasiswa universitas. Studi ini dapat menganalisis bagaimana pendekatan dakwah Salafi yang inovatif dan responsif terhadap dinamika sosial dapat menarik perhatian generasi muda dan bagaimana hal ini dapat berdampak pada pemahaman keagamaan mereka.

  1. SALAFISME DI INDONESIA : IDEOLOGI, POLITIK NEGARA, DAN FRAGMENTASI | Millah: Journal of Religious Studies.... doi.org/10.20885/millah.vol16.iss2.art2SALAFISME DI INDONESIA IDEOLOGI POLITIK NEGARA DAN FRAGMENTASI Millah Journal of Religious Studies doi 10 20885 millah vol16 iss2 art2
  2. View of Strengthening Religious Moderation: Learning from the Harmony of Multireligious People in Indonesia.... doi.org/10.25133/JPSSv312023.032View of Strengthening Religious Moderation Learning from the Harmony of Multireligious People in Indonesia doi 10 25133 JPSSv312023 032
  3. Islamic Puritanism Movements in Indonesia as Transnational Movements | DINIKA : Academic Journal of Islamic... doi.org/10.22515/dinika.v2i1.103Islamic Puritanism Movements in Indonesia as Transnational Movements DINIKA Academic Journal of Islamic doi 10 22515 dinika v2i1 103
  4. IAIN Antasari Open Journal System. dinamika gerakan salafi paradoks islam problema terminologis sejarah... jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tashwir/article/view/7280IAIN Antasari Open Journal System dinamika gerakan salafi paradoks islam problema terminologis sejarah jurnal uin antasari ac index php tashwir article view 7280
  5. Moderate Islam vis-a-vis Salafism in Indonesia: An Ideological Competition | Walisongo: Jurnal Penelitian... journal.walisongo.ac.id/index.php/walisongo/article/view/7212Moderate Islam vis a vis Salafism in Indonesia An Ideological Competition Walisongo Jurnal Penelitian journal walisongo ac index php walisongo article view 7212
Read online
File size987.73 KB
Pages25
DMCAReport

Related /

ads-block-test