POLBANGTAN BOGORPOLBANGTAN BOGOR

Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisJurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis

Pertanian modern dihadapkan pada tantangan semakin sempitnya lahan produktif, peningkatan kebutuhan pangan, serta krisis iklim yang mempengaruhi pola budidaya konvensional. Sementara itu, sistem hidroponik hadir sebagai salah satu pendekatan pertanian berkelanjutan yang tidak memerlukan tanah sebagai media tumbuh, serta mampu menghasilkan produksi yang tinggi dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Hidroponik dikenal mampu mengoptimalkan penggunaan air, ruang, serta memberikan kontrol lingkungan yang lebih baik terhadap hama dan penyakit tanaman. Ketersediaan air dan nutrisi yang cukup pada sistem hidroponik dapat membantu tanaman menyerap unsur hara dan oksigen secara optimal, sekaligus mencegah kehilangan zat berguna dan salinitas akibat akumulasi garam, karena larutan digunakan kembali dan dikelola dengan presisi. Salah satu metode hidroponik yang populer dan aplikatif adalah sistem rakit apung atau Deep Water Culture (DWC), yang memungkinkan akar tanaman terendam penuh dalam larutan nutrisi. Keunggulan sistem ini terletak pada kemampuannya menjaga kontinuitas suplai nutrisi dan oksigen bagi tanaman, bahkan dalam kondisi sementara tanpa listrik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa rancangan sistem PLTS hidroponik rakit apung skala mikro dapat secara efektif menyediakan energi yang dibutuhkan untuk operasional budidaya tanaman kangkung.Sistem PLTS dirancang secara off-grid dengan panel surya (PV) berkapasitas 80 Wp, inverter 100 W dan baterai VRLA 30 Ah/12 V.Kapasitas energi harian yang dihasilkan sistem PLTS sebesar 289,33 Wh/hari terbukti cukup untuk memenuhi kebutuhan pompa venturi dengan performa sistem yang ditunjukkan oleh nilai PR tahunan sebesar 60,1% dan SF sebesar 97,2%.Sistem tetap stabil meskipun terdapat fluktuasi radiasi surya dengan penggunaan baterai sebagai buffer energi.Dari aspek pertumbuhan tanaman, PLTS hidroponik rakit apung mampu menghasilkan panen sebesar 2,57 kg/m2 per siklus, yang menunjukkan produktivitas tinggi dan kompetitif dibandingkan metode konvensional.

Untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem hidroponik rakit apung berbasis PLTS, dapat dilakukan pengembangan sistem pemantauan (monitoring) dan kontrol berbasis IoT guna meningkatkan efisiensi energi dan responsivitas terhadap kondisi cuaca. Selain itu, analisis kelayakan finansial jangka panjang juga perlu dilakukan untuk mendukung adopsi teknologi ini pada skala petani kecil dan komersial. Penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi desain sistem PLTS, termasuk pemilihan komponen dan konfigurasi yang tepat untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi energi. Selain itu, studi komparatif antara sistem hidroponik rakit apung dengan metode budidaya konvensional dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan sosial dari penerapan teknologi ini.

  1. Analysis of Saving Electrical Load Costs With a Hybrid Source of PLN-PLTS 500 Wp | Journal of Applied... doi.org/10.37385/jaets.v4i1.1024Analysis of Saving Electrical Load Costs With a Hybrid Source of PLN PLTS 500 Wp Journal of Applied doi 10 37385 jaets v4i1 1024
  2. Analisis Pemilihan Teknologi Hidroponik Berdasarkan Proses Bisnis, Produktivitas dan Finansial | Jurnal... doi.org/10.30656/intech.v8i1.3858Analisis Pemilihan Teknologi Hidroponik Berdasarkan Proses Bisnis Produktivitas dan Finansial Jurnal doi 10 30656 intech v8i1 3858
  3. ANALISA KINERJA PLTS ON GRID 50 KWP AKIBAT EFEK BAYANGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PVSYST | Mansur | Transmisi:... ejournal.undip.ac.id/index.php/transmisi/article/view/34221ANALISA KINERJA PLTS ON GRID 50 KWP AKIBAT EFEK BAYANGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PVSYST Mansur Transmisi ejournal undip ac index php transmisi article view 34221
Read online
File size4.96 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test