STIKESSALSABILASTIKESSALSABILA

Jurnal Ilmiah Kesehatan DelimaJurnal Ilmiah Kesehatan Delima

Kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah besar. Kejadian ketuban pecah dini (KPD) berkisar 5-10% dari semua kelahiran. KPD preterm terjadi 1% dari semua kehamilan dan 70% kasus KPD terjadi pada kehamilan aterm dan 30% kasus KPD merupakan penyebab kelahiran prematur. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ketuban pecah dini di Rumah Sakit Budi Asih Serang periode Oktober Tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Cros sectional, dimana variable independen dan variable dependen diteliti secara bersamaan, untuk data penelitian menggunakan data sekunder, sedangkan Instrumen penelitian yang dipakai adalah catatan pasien atau rekam medik untuk kedua variabel. Hasil penelitian nilai p Value = 0,002 kurang dari nilai alpha (α = 0,05), artinya ada hubungan antara umur dengan kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD). Dengan nilai OR = 5,519. Nilai p Value (0, 002) kurang dari nilai alpha (α = 0,05), artinya ada hubungan antara paritas dengan kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD). Dengan nilai OR = 24,167. Nilai p Value (0, 002) kurang dari nilai alpha (α = 0,05), artinya ada hubungan antara ibu dengan riwayat gemelli dengan kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD). Dengan nilai OR = 31,667. Nilai p Value (0, 002) kurang dari nilai alpha (α = 0,05), artinya ada hubungan antara ibu dengan riwayat Ketuban Pecah Dini sebelumnya dengan kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD). Dengan nilai OR = 5,400. Diharapkan ibu hamil atau setiap kehamilan selalu melakukan pemeriksaan antenatal care atau pemeriksaan kehamilan untuk melakukan deteksi dini komplikasi pada saat persalinan dan mengenal faktor-faktor risiko pada kehamilannya sehingga kejadian ketuban pecah dini dapat terdeteksi oleh petugas kesehatan.

Ada hubungan antara umur, paritas, riwayat gemelli, dan riwayat ketuban pecah dini sebelumnya dengan kejadian ketuban pecah dini (KPD) di Rumah Sakit Budi Asih Serang periode Oktober Tahun 2018.Faktor-faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap risiko terjadinya KPD.Pemeriksaan antenatal yang rutin dan pemantauan faktor risiko sangat penting untuk mencegah komplikasi akibat KPD.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi pengaruh pemeriksaan antenatal yang lebih intensif terhadap penurunan risiko ketuban pecah dini. Selain itu, penelitian tentang dampak paritas tinggi pada kejadian KPD di populasi yang berbeda dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, studi tentang faktor genetik atau riwayat keluarga yang mungkin berkontribusi pada kejadian KPD berulang juga menjadi arah penelitian yang relevan.

Read online
File size192.92 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test