UBUB

Journal of Information Technology and Computer ScienceJournal of Information Technology and Computer Science

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan menghasilkan lulusan yang siap kerja. Namun, tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK masih tinggi mencapai 9,01%, menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi. Penelitian ini merancang model prediksi kesiapan kerja lulusan menggunakan algoritma Naive Bayes yang dikombinasikan dengan Teknik Oversampling Minoritas Sintetis (SMOTE). SMOTE digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas antara lulusan kompeten dan tidak kompeten. Penelitian ini mengikuti metodologi Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM), memanfaatkan data nilai akademik dan studi tracer. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan SMOTE dengan pembagian data 70:30 berhasil meningkatkan akurasi model menjadi 97%. Model juga efektif mendeteksi kelas minoritas dengan Recall sebesar 90%. Selain itu, validasi silang menghasilkan rata-rata akurasi 97,66%, menunjukkan kinerja stabil. Akhirnya, model diimplementasikan sebagai dashboard berbasis web untuk menjadi sistem peringatan dini bagi sekolah.

Penelitian ini mengembangkan model prediksi kesiapan kerja lulusan SMK menggunakan algoritma Gaussian Naive Bayes yang dikombinasikan dengan teknik SMOTE untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model GNB SMOTE mencapai akurasi 97% dengan presisi, recall, dan F1-score yang baik pada kedua kelas mayoritas dan minoritas.Validasi silang menghasilkan rata-rata akurasi 97,66% dengan variasi kinerja rendah, menunjukkan kestabilan dan konsistensi model.Evaluasi benchmark menunjukkan bahwa GNB lebih unggul dibanding Decision Tree dalam konfigurasi SMOTE yang sama, sehingga lebih cocok untuk dataset pendidikan saat ini.Model dikembangkan menjadi dashboard berbasis Streamlit untuk memantau dan memvisualisasikan prediksi kompetensi lulusan.Meski hasil menjanjikan, penelitian ini masih terbatas pada dataset kecil dari satu program vokasional.Penelitian masa depan disarankan untuk memperluas cakupan dataset, memasukkan variabel non-akademik, dan mengeksplorasi teknik balancing atau algoritma klasifikasi lain untuk meningkatkan performa prediksi dan generalisasi model.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi model dengan dataset lebih besar dari berbagai program vokasional untuk meningkatkan generalisasi. Kedua, integrasi variabel non-akademik seperti soft skills atau pengalaman kerja dalam prediksi kesiapan kerja. Ketiga, eksplorasi teknik balancing lain seperti ADASYN atau SMOTE-ENN untuk membandingkan performa dengan SMOTE yang digunakan dalam penelitian ini.

  1. The Impact of Balanced Data Techniques on Classification Model Performance | Scientific Journal of Informatics.... journal.unnes.ac.id/journals/sji/article/view/3649The Impact of Balanced Data Techniques on Classification Model Performance Scientific Journal of Informatics journal unnes ac journals sji article view 3649
  2. View of Confusion Matrix-Based Performance Evaluation Metrics. view confusion matrix based performance... africanjournalofbiomedicalresearch.com/index.php/AJBR/article/view/4345/3327View of Confusion Matrix Based Performance Evaluation Metrics view confusion matrix based performance africanjournalofbiomedicalresearch index php AJBR article view 4345 3327
  3. Analisis Performa Algoritma NBC, DT, SVM dalam Klasifikasi Data Ulasan Pengunjung Candi Borobudur Berbasis... doi.org/10.47065/bits.v4i3.2766Analisis Performa Algoritma NBC DT SVM dalam Klasifikasi Data Ulasan Pengunjung Candi Borobudur Berbasis doi 10 47065 bits v4i3 2766
  4. Implementasi Algoritma Naïve Bayes Menggunakan Feature Forward Selection dan SMOTE Untuk Memprediksi... doi.org/10.37396/jsc.v5i2.215Implementasi Algoritma Nayve Bayes Menggunakan Feature Forward Selection dan SMOTE Untuk Memprediksi doi 10 37396 jsc v5i2 215
Read online
File size499.13 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test