STIKESABDURAHMANSTIKESABDURAHMAN

JURNAL FARMASI ABDURAHMANJURNAL FARMASI ABDURAHMAN

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi mutu sediaan facial wash yang mengandung ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) serta mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan eksperimental laboratorium. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ekstrak kulit buah naga, formulasi sediaan facial wash dengan beberapa variasi konsentrasi ekstrak, evaluasi mutu fisik yang meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya busa, dan stabilitas, serta pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan yang memiliki karakteristik fisik yang baik, meliputi tekstur homogen, bentuk yang stabil, pH sesuai dengan pH fisiologis kulit, viskositas yang memadai, kemampuan menghasilkan busa yang baik, serta stabil selama penyimpanan. Selain itu, sediaan facial wash yang mengandung ekstrak kulit buah naga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, yang menandakan bahwa senyawa bioaktif dalam ekstrak tetap aktif setelah diformulasikan ke dalam sediaan kosmetik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan facial wash yang tidak hanya berfungsi membersihkan kulit, tetapi juga memberikan aktivitas antibakteri serta meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk kosmetik yang bernilai tambah.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) memiliki potensi yang baik untuk diformulasikan ke dalam sediaan facial wash sebagai bahan aktif berbasis alam.Formulasi yang dihasilkan menunjukkan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan mutu sediaan pembersih wajah, meliputi organoleptik yang baik, homogenitas yang merata, pH yang sesuai dengan pH fisiologis kulit, viskositas yang memadai, kemampuan menghasilkan busa yang baik, serta stabilitas fisik selama penyimpanan.Selain itu, sediaan facial wash yang mengandung ekstrak kulit buah naga mampu menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pembersih wajah tetapi juga berpotensi membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang berperan dalam berbagai gangguan kulit.

Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji efek kombinasi ekstrak kulit buah naga dengan bahan alami lain seperti minyak kelapa atau lidah buaya untuk meningkatkan aktivitas antibakteri dan kelembapan kulit. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang mekanisme kerja senyawa bioaktif dalam ekstrak kulit buah naga terhadap bakteri Staphylococcus aureus untuk memperkuat dasar ilmiah formulasi. Terakhir, penelitian juga dapat mengexplore potensi ekstrak kulit buah naga dalam pengembangan produk kosmetik multifungsi, seperti pelembap atau toner, yang memiliki sifat antibakteri dan antioksidan sekaligus.

Read online
File size304.72 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test