UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Pertunjukan Terbang Laro merupakan kesenian khas Kabupaten Pasuruan. Istilah terbang merujuk pada alat musik pukul yang juga dikenal sebagai rebana dan lazim digunakan dalam acara keagamaan, seperti sholawatan. Sementara itu, laro berasal dari kependekan ular-ular kaweruh yang bermakna menyalurkan atau memberikan pengetahuan dan keteladanan. Dengan demikian, Terbang Laro adalah kesenian yang memadukan iringan musik hadrah, tarian, serta seni peran. Selain menghadirkan nilai estetika, kesenian ini juga sarat dengan nilai edukatif yang bermanfaat bagi kehidupan. Namun, dalam perkembangannya, eksistensi Terbang Laro mengalami kemunduran sehingga diperlukan upaya pelestarian. Salah satu strategi yang dilakukan para seniman Pasuruan adalah menciptakan Laro Bocah sebagai bentuk inovasi untuk mempertahankan keberlanjutan kesenian tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pemertahanan Terbang Laro melalui Laro Bocah dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta verifikasi data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laro Bocah berperan sebagai bentuk pemertahanan Terbang Laro melalui rekonstruksi pertunjukan dan regenerasi seniman lewat program pembinaan.

Pertunjukan Laro Bocah sebagai upaya pemertahanan Terbang Laro di Kabupaten Pasuruan berhasil mempertahankan unsur keaslian kesenian melalui rekonstruksi gerak tari, musik, tata busana, dan pola lantai.Proses regenerasi seniman melalui pembinaan di SMPN 1 Beji mendukung keberlanjutan budaya.Meskipun menghadapi keterbatasan, inovasi ini menjadi strategi penting untuk menjaga identitas budaya daerah di tengah perubahan zaman.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan media digital dalam promosi kesenian Terbang Laro untuk menarik generasi muda. 2. Studi tentang kolaborasi antarlembaga pendidikan dan komunitas lokal dalam mengembangkan program pembinaan seniman berkelanjutan. 3. Analisis peran kesenian Terbang Laro dalam memperkuat rasa kebangsaan melalui pameran budaya nasional yang melibatkan masyarakat setempat sebagai mitra strategis.

  1. Regenerasi Kesenian Kuda Lumping Di Paguyuban Langen Budi Setyo Utomo | Jurnal Seni Tari. regenerasi... journal.unnes.ac.id/sju/jst/article/view/46932Regenerasi Kesenian Kuda Lumping Di Paguyuban Langen Budi Setyo Utomo Jurnal Seni Tari regenerasi journal unnes ac sju jst article view 46932
  2. LATAR ALAM GEOMORFOLOGIS PERISTIWA PERANG GERILYA JENDERAL BESAR SUDIRMAN (1948-1949) | Langgong: Jurnal... jurnal.fkip.unmul.ac.id/index.php/langgong/article/view/531LATAR ALAM GEOMORFOLOGIS PERISTIWA PERANG GERILYA JENDERAL BESAR SUDIRMAN 1948 1949 Langgong Jurnal jurnal fkip unmul ac index php langgong article view 531
  3. EKSISTENSI KEBUDAYAAN TERBANG GANDUL MASYARAKAT DESA WATUAGUNG KABUPATEN PASURUAN | Dinamika Sosial:... urj.uin-malang.ac.id/index.php/dsjpips/article/view/7056EKSISTENSI KEBUDAYAAN TERBANG GANDUL MASYARAKAT DESA WATUAGUNG KABUPATEN PASURUAN Dinamika Sosial urj uin malang ac index php dsjpips article view 7056
  4. Revitalisasi Kesenian Tari Topeng sebagai Media Dakwah | Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic... doi.org/10.15575/idajhs.v11i1.1526Revitalisasi Kesenian Tari Topeng sebagai Media Dakwah Ilmu Dakwah Academic Journal for Homiletic doi 10 15575 idajhs v11i1 1526
Read online
File size770.31 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test