UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Film merupakan salah satu media audiovisual yang memiliki potensi sebagai sarana pembelajaran sekaligus penyampai pesan sosial, termasuk isu kekerasan seksual. Penelitian ini menganalisis film Dear Nathan: Thank You Salma karya Erisca Febriani dan Kuntz Agus dengan tujuan mendeskripsikan resepsi penonton terhadap representasi kekerasan seksual yang ditampilkan dalam film tersebut menggunakan teori resepsi Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai posisi pemaknaan penonton. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner daring (Google Form) dan wawancara terhadap informan yang telah menonton film Dear Nathan: Thank You Salma. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan pedoman wawancara yang disusun berdasarkan indikator resepsi penonton, meliputi representasi isu kekerasan seksual, pesan isu, upaya pencegahan, dan upaya penanganan kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga posisi pemaknaan penonton—dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading—mayoritas penonton berada pada posisi penerimaan dominan. Data resepsi didominasi oleh indikator representasi isu sebanyak 38 data, pesan isu sebanyak 34 data, upaya pencegahan sebanyak 32 data, dan upaya penanganan sebanyak 30 data. Temuan ini menunjukkan bahwa penonton pada umumnya mampu menerima dan memahami pesan terkait isu kekerasan seksual yang disampaikan melalui film. Dengan demikian, film Dear Nathan: Thank You Salma berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan media edukasi sosial dalam meningkatkan kesadaran terhadap isu kekerasan seksual.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa film Dear Nathan.Thank You Salma berperan efektif sebagai media penyampaian pesan sosial mengenai isu kekerasan seksual, yang tercermin dari dominasi resepsi penonton pada posisi penerimaan dominan terhadap representasi isu, pesan, serta upaya pencegahan dan penanganan yang ditampilkan dalam film.Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup objek kajian yang hanya berfokus pada satu film, serta data resepsi yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara dalam periode waktu tertentu, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas terhadap seluruh penonton film bertema serupa.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan analisis resepsi penonton dengan membandingkan beberapa film bertema kekerasan seksual untuk memperkaya perspektif budaya dan sosial. Selain itu, penelitian dapat menggunakan pendekatan metode kuantitatif atau etnografi penonton untuk memperoleh data yang lebih objektif dan representatif. Terakhir, penelitian dapat melibatkan subjek penelitian yang lebih heterogen, seperti kalangan remaja, akademisi, dan praktisi hukum, untuk memahami perbedaan resepsi terhadap isu kekerasan seksual dalam konteks yang beragam.

  1. Demitefikasi Tokoh Rahwana dalam Kumpulan Puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Djoko Saryono: Tinjauan Estetika... doi.org/10.17977/um064v1i72021p943-957Demitefikasi Tokoh Rahwana dalam Kumpulan Puisi Kemelut Cinta Rahwana Karya Djoko Saryono Tinjauan Estetika doi 10 17977 um064v1i72021p943 957
  2. Resepsi Penonton Dominan, Negosiasi, dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan:... journal3.um.ac.id/index.php/fs/article/view/4889Resepsi Penonton Dominan Negosiasi dan Oposisi terhadap Isu Kekerasan Seksual dalam Film Dear Nathan journal3 um ac index php fs article view 4889
  3. The Analisa Sosio-Representatif Kekerasan Seksual pada Perempuan dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma... doi.org/10.26740/sosearch.v4n1.p42-54The Analisa Sosio Representatif Kekerasan Seksual pada Perempuan dalam Film Dear Nathan Thank You Salma doi 10 26740 sosearch v4n1 p42 54
Read online
File size411.03 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test