UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Perkembangan teknologi dan internet tidak secara otomatis menjadikan individu cakap dalam menafsirkan maupun memproduksi media visual. Perdebatan yang muncul di media sosial seringkali bukan hanya disebabkan oleh perbedaan sudut pandang, tetapi juga oleh konten visual yang menyesatkan. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya kemampuan literasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya aspek-aspek literasi visual sebagai dasar dalam berinteraksi dan memahami konten visual di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis konten terhadap salah satu unggahan akun X @tanyakanrl serta survei digital kepada mahasiswa Ilmu Perpustakaan mengenai interaksi mereka dengan konten visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa tertarik pada visual yang menarik secara estetis, mereka masih mengalami kesulitan dalam memahami konteks dan memverifikasi kebenaran informasi visual yang mereka terima. Kesimpulannya, literasi visual merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki sebagai bagian dari kecakapan digital dalam bermedia sosial. Literasi ini dapat melindungi individu dari dampak negatif konten visual yang menyesatkan serta mendorong terbentuknya pola pikir kritis, etis, dan kontekstual dalam mengonsumsi maupun menyebarkan informasi di era dominasi media visual saat ini.

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa literasi visual sangat penting di tengah maraknya penggunaan media sosial sebagai sarana pertukaran informasi.Sebagian besar pengguna media sosial, khususnya remaja, cenderung lebih tertarik pada informasi yang dikemas secara visual karena dianggap lebih menarik dibandingkan teks.Namun, ketertarikan ini belum diimbangi dengan kemampuan memahami konteks serta memverifikasi kebenaran informasi visual yang diterima.Di era perkembangan teknologi saat ini, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI), semakin banyak konten visual menyesatkan yang tersebar luas melalui media sosial dan berpotensi merugikan masyarakat.Oleh karena itu, literasi visual harus menjadi pondasi utama dalam aktivitas bermedia sosial, khususnya bagi generasi muda, agar mampu memilah dan memahami informasi secara kritis.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar fokus diperluas pada pengembangan strategi pembelajaran literasi visual di lingkungan pendidikan formal, serta mengkaji peran algoritma media sosial dalam membentuk persepsi visual pengguna. Penelitian lanjutan juga dapat menggunakan pendekatan kuantitatif atau campuran untuk mengukur sejauh mana pemahaman literasi visual memengaruhi perilaku bermedia sosial remaja. Selain itu, penting untuk menyelidiki bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi visual dan mengurangi penyebaran konten menyesatkan di media sosial. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi visual di era digital.

  1. Literasi Visual sebagai Dasar Kecakapan Bermedia Sosial bagi Remaja di Era Digital | Journal of Language... doi.org/10.17977/um064v5i82025p902-909Literasi Visual sebagai Dasar Kecakapan Bermedia Sosial bagi Remaja di Era Digital Journal of Language doi 10 17977 um064v5i82025p902 909
  2. Urgensi Literasi Digital Dalam Membangun Karakter Siswa di Era Media Sosial | RIGGS: Journal of Artificial... doi.org/10.31004/riggs.v4i2.1134Urgensi Literasi Digital Dalam Membangun Karakter Siswa di Era Media Sosial RIGGS Journal of Artificial doi 10 31004 riggs v4i2 1134
Read online
File size413.79 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test