WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA

JPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikJPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik

Penelitian ini bertujuan untuk memahami nilai-nilai spiritualitas Santo Tarsisius dan nilai-nilai spiritualitas misdinar di Paroki Santo Yohanes Penginjil Mandala. Misdinar adalah remaja Katolik yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani Gereja dan membantu imam selama Perayaan Ekaristi tanpa mengharapkan imbalan. Nilai-nilai spiritualitas yang dipegang oleh para misdinar meliputi melayani dengan cinta dan tanpa pamrih, kerendahan hati, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang dipercayakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di Paroki Santo Yohanes Penginjil Mandala. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dari lapangan akan dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data, dan melakukan triangulasi data menggunakan teknik serta sumber. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah snowball sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang: 7 misdinar, 2 pembina misdinar, dan 1 pastor paroki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa misdinar mewujudkan nilai-nilai spiritualitas Santo Tarsisius dan nilai-nilai spiritualitas mereka sendiri dalam tugas pelayanan mereka.

Penelitian menyimpulkan bahwa misdinar di Paroki Santo Yohanes Penginjil Mandala telah menghayati dan meneladani nilai-nilai spiritualitas Santo Tarsisius, seperti kesetiaan dan pengorbanan, serta nilai-nilai spiritualitas misdinar dalam tugas pelayanan mereka.Mereka aktif melayani pastor dan umat selama Ekaristi, mempersiapkan liturgi, serta melakukan latihan dan persiapan diri secara konsisten.Berbagai kegiatan seperti pertemuan evaluasi, doa rosario, gotong royong, dan ketaatan terhadap peraturan organisasi menunjukkan penghayatan mendalam terhadap nilai-nilai yang diilhami Santo Tarsisius.

Penelitian ini telah memberikan wawasan tentang nilai-nilai spiritualitas misdinar di Paroki Santo Yohanes Penginjil Mandala. Untuk memperkaya pemahaman, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada evaluasi efektivitas berbagai metode pembinaan spiritual yang diterapkan di paroki-paroki lain, khususnya dalam mengatasi tantangan keterbatasan pendamping dan kurangnya penghayatan makna liturgi. Misalnya, sebuah studi dapat membandingkan dampak program pembinaan yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman atau penggunaan teknologi terhadap peningkatan pemahaman spiritual dan motivasi misdinar. Selain itu, karena dukungan keluarga teridentifikasi sebagai salah satu tantangan, penelitian mendatang dapat menyelidiki model keterlibatan keluarga yang paling optimal dalam mendukung perjalanan spiritual misdinar. Pertanyaan kunci bisa berupa: bagaimana program edukasi atau kegiatan bersama orang tua dan misdinar dapat meningkatkan komitmen dan disiplin anak dalam pelayanan? Terakhir, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi longitudinal yang menelusuri dampak jangka panjang dari pengalaman menjadi misdinar terhadap pembentukan karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai pelayanan sosial individu di kemudian hari, setelah mereka tidak lagi aktif di altar. Ini akan memberikan gambaran apakah nilai-nilai seperti kesetiaan dan pengorbanan yang ditanamkan selama menjadi misdinar relevan dan berkelanjutan dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih luas.

  1. PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK DALAM PELAYANAN MISDINAR DI PAROKI ST. MONTFORT SERAWAI | Jurnal Pelayanan... e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/jpp/article/view/338PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK DALAM PELAYANAN MISDINAR DI PAROKI ST MONTFORT SERAWAI Jurnal Pelayanan e journal stp ipi ac index php jpp article view 338
Read online
File size183 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test