PURIFIKASIPURIFIKASI

Jurnal PurifikasiJurnal Purifikasi

Lingkungan pesisir dan laut merupakan hilir dari berbagai dampak pembangunan baik yang memanfaatkan sumber daya alam yang berada di darat maupun di laut. Apabila tidak dilakukan kegiatan pengendalian kerusakan lingkungan pesisir dan laut, akan terjadi suatu keadaan yang berdampak negatif pada ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, dan biota laut yang berada di wilayah tersebut serta kehidupan manusia di sekitarnya. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan untuk dilakukannya perlindungan lingkungan laut dan pengendalian kerusakan ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Peranan pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam hal ini menjadi bagian terpenting yang tidak terpisahkan dalam upaya pengendalian kerusakan dan pengelolaan lingkungan pesisir dan laut. Oleh sebab itu perlu dilakukan identifikasi permasalahan lingkungan di wilayah pesisir dan laut guna mendukung kegiatan pengembangan kebijakan dan kegiatan pengendalian kerusakan lingkungan pesisir dan laut melalui peran serta masyarakat Kabupaten Gresik. Hasil identifikasi permasalahan tersebut diharapkan dapat menyediakan data kualitatif maupun kuantitatif yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan pesisir dan laut di Kabupaten Gresik.

Permasalahan utama yang dihadapi dalam penggunaan lahan pesisir di Kecamatan Manyar, Ujung Pangkah, Bungah, dan Kebomas adalah alih fungsi lahan bakau untuk peruntukan lain serta reklamasi.Sehingga dikhawatirkan dapat terus mengurangi luas lahan mangrove yang berperan penting dalam perlindungan pesisir dari pengaruh gelombang laut.Terlebih lagi fenomena abrasi telah terjadi di Kecamatan Manyar, Bungah, Ujung Pangkah, dan Panceng.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas kebijakan pengelolaan lingkungan pesisir dan laut Kabupaten Gresik dalam mengurangi kerusakan ekosistem mangrove. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang dari konversi lahan mangrove menjadi area industri atau pertambakan terhadap keseimbangan ekosistem pesisir. Penelitian juga dapat mengkaji alternatif teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran limbah industri dan domestik di wilayah pesisir Kabupaten Gresik. Dengan menggabungkan pendekatan ilmiah dan partisipasi masyarakat, penelitian ini dapat memberikan dasar untuk kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Penelitian tentang mitigasi abrasi pantai melalui pemulihan ekosistem mangrove dan pengelolaan air tanah juga perlu diperluas. Selain itu, penelitian tentang peran komunitas lokal dalam pemantauan lingkungan pesisir dapat memberikan wawasan baru untuk model pengelolaan bersama. Dengan mengintegrasikan data geospasial dan teknologi pemantauan real-time, penelitian lanjutan dapat meningkatkan akurasi identifikasi permasalahan lingkungan. Studi tentang dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati pesisir juga menjadi arah penelitian yang relevan. Penelitian mengenai keterlibatan swasta dalam program rehabilitasi lingkungan pesisir dapat mengeksplorasi potensi kolaborasi antara sektor publik dan privat. Akhirnya, penelitian tentang kebijakan daerah dalam pengelolaan sumber daya pesisir perlu dijaring secara menyeluruh untuk mengidentifikasi celah regulasi dan kebutuhan revisi kebijakan.

Read online
File size169.95 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test