IAINFMPAPUAIAINFMPAPUA

HUNILA : Jurnal Ilmu Hukum dan Integrasi PeradilanHUNILA : Jurnal Ilmu Hukum dan Integrasi Peradilan

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang berkekuatan hukum tetap wajib untuk dilaksanakan oleh pejabat negara, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang No. 5 tentang PTUN dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Namun, dalam perkara Nomor 2/G/2022/PTUN.JPR, putusan tersebut belum dilaksanakan oleh pejabat yang bersangkutan. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpatuhan terhadap putusan pengadilan. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor ketidakpatuhan pejabat terhadap putusan PTUN dan menganalisis upaya PTUN mendorong pelaksanaan putusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif-empiris untuk mengkaji pelaksanaan ketentuan hukum dalam praktik, dengan data yang diperoleh melalui studi pustaka, studi dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ketidakpatuhan terhadap putusan karena kurangnya kesadaran hukum dan sanksi yang belum tegas. Upaya yang dilakukan PTUN Jayapura dalam mendorong pelaksanaan putusan telah sesuai dengan regulasi eksekusi yang berlaku namun karena keterbatasan kewenangan PTUN yang hanya sebagai pengawas putusan menyebabkan tidak adanya upaya paksa secara langsung. Kondisi ini menunjukkan bahwa putusan pengadilan belum berjalan secara efektif dan masih menghadapi kendala yang berpotensi merugikan hak masyarakat. Untuk meningkatkan kepatuhan pejabat terhadap putusan, direkomendasikan pembentukan lembaga eksekutorial, penguatan sanksi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, peningkatan kesadaran hukum melalui pendidikan dan pembinaan berkala, serta pengawasan pelaksanaan putusan pengadilan secara transparansi.

Ketidakpatuhan pejabat negara terhadap putusan PTUN dalam perkara 2/G/2022/PTUN/JPR disebabkan oleh beberapa faktor yaitu lemahnya substansi hukum yang belum memberikan sanksi tegas dan efektif, rendahnya kesadaran hukum pada diri pejabat negara karena budaya birokrasi yang tidak mendukung penegakan hukum seperti adanya ego sektorial dan keengganan untuk mengakui kesalahan dalam menerbitkan keputusan.PTUN Jayapura juga telah melakukan berbagai upaya sesuai dengan peraturan yang ada seperti memberikan teguran, melakukan upaya paksa secara administratif, namun belum mampu memberikan efek jera kepada pejabat negara.Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan putusan PTUN belum tercapai, baik dari aspek normatif maupun implementatif.Maka hal ini menunjukkan bahwa dalam efektivitas pelaksanaan putusan PTUN belum optimal.Maka hal ini menunjukkan bahwa dalam efektivitas pelaksanaan putusan PTUN belum tercapai, baik dari aspek normatif maupun implementatif.

Untuk meningkatkan kepatuhan pejabat negara terhadap putusan pengadilan, perlu dibentuk lembaga eksekutorial khusus dalam lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara yang memiliki kewenangan nyata untuk memaksa pejabat melaksankan putusan pengadilan. Selain itu, penguatan sanksi terhadap pejabat yang tidak melaksankan putusan juga perlu diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan. Upaya perbaikan juga harus diarahkan pada peningkatan kesadaran hukum dan reformasi penyelenggaraan pemerintahan melalui pendidikan, pembinaan, dan pengawasan yang berkelanjutan. Masyarakat juga diharapkan turut berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan putusan pengadilan.

  1. DOI Name 10.30649 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 04z crossref email support... doi.org/10.30649DOI Name 10 30649 Values doi name values index type timestamp data hs serv 04z crossref email support doi 10 30649
  2. Pemberlakuan Sanksi Administratif: Bentuk Upaya Paksa Meningkatkan Kepatuhan Pejabat Atas Pelaksanaan... ejournal.hukumunkris.id/index.php/binamulia/article/view/368Pemberlakuan Sanksi Administratif Bentuk Upaya Paksa Meningkatkan Kepatuhan Pejabat Atas Pelaksanaan ejournal hukumunkris index php binamulia article view 368
  3. Jurnal Hukum Perspektif. penerapan asas peradilan studi kekurangan hakim pengadilan agama sentani papua... doi.org/10.30649/ph.v23i2.203Jurnal Hukum Perspektif penerapan asas peradilan studi kekurangan hakim pengadilan agama sentani papua doi 10 30649 ph v23i2 203
Read online
File size760.23 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test