UMKLAUMKLA

ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan HumanioraANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat bantu akademik, tetapi juga mulai digunakan sebagai media curhat digital oleh Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemaknaan komunikasi interpersonal Generasi Z dalam penggunaan ChatGPT sebagai media cerita, dengan menitikberatkan pada aspek keterbukaan diri (self-disclosure), rasa aman emosional, tingkat ketergantungan, serta pengaruh gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat informan memanfaatkan ChatGPT sebagai media curhat digital, sementara dua informan lainnya menggunakan ChatGPT sebatas untuk keperluan akademik. Informan yang menggunakan ChatGPT sebagai media curhat merasakan kemudahan dalam mengekspresikan emosi, tingkat keterbukaan diri yang lebih tinggi, serta rasa aman emosional karena minimnya risiko penghakiman sosial. Tingkat keterikatan terhadap ChatGPT bersifat bertingkat, mulai dari penggunaan situasional hingga kecenderungan keterikatan emosional yang lebih intens. Selain itu, ditemukan bahwa gender juga mempengaruhi pemaknaan penggunaan ChatGPT, di mana informan perempuan lebih dominan memanfaatkan ChatGPT sebagai media curhat dibandingkan informan laki-laki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT dimaknai sebagai ruang aman sementara dalam praktik curhat digital, namun tidak sepenuhnya menggantikan peran komunikasi interpersonal dengan manusia.

Berdasarkan hasil penelitian kepada informan dari mahasiswa generasi Z, terdapat pemaknaan penggunaan ChatGPT secara beragam.Empat informan menggunakan chatGPT sebagai media curhat dan dua informan lainnya menggunakan ChatGPT sebagai keperluan akademik.Informan yang menjadikan ChatGPT sebagai media curhat merasakan adanya kemudahan dalam mengekspresikan emosi, keterbukaan diri yang lebih tinggi, serta rasa aman emosional karena tidak adanya penghakiman sosial.Sebaliknya, informan yang tidak menggunakan ChatGPT sebagai media curhat memandang ChatGPT sebagai alat bantu fungsional dan tidak merasa perlu untuk berbagi persoalan pribadi kepada media non manusia.Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan pengalaman berdasarkan karakteristik informan.Informan perempuan lebih dominan memanfaatkan ChatGPT sebagai media curhat dibandingkan informan laki-laki, sementara informan laki-laki cenderung menggunakan ChatGPT untuk kepentingan akademik.Selain itu, tingkat keterikatan mengenai ChatGPT bervariasi, mulai dari penggunaan situasional hingga kecenderungan keterikatan emosional yang lebih tinggi, bergantung pada kebutuhan emosional dan konteks sosial masing-masing informan.Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT dimaknai sebagai ruang aman sementara dalam praktik curhat digital oleh sebagian mahasiswa Generasi Z.ChatGPT berperan sebagai pelengkap dalam komunikasi interpersonal, khususnya ketika individu membutuhkan ruang bercerita yang minim risiko sosial.Akan tetapi ChatGPT tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam relasi interpersonal.Temuan ini menegaskan bahwa interaksi manusia dengan kecerdasan buatan perlu dipahami secara kontekstual, dengan mempertimbangkan faktor emosional, sosial, dan budaya pengguna.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara penggunaan ChatGPT sebagai media curhat digital dengan media curhat tradisional, seperti bercerita kepada teman atau terapis. Penelitian ini dapat mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan dalam pengalaman emosional, tingkat keterbukaan diri, dan dampak psikologis antara kedua media curhat tersebut. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak jangka panjang penggunaan ChatGPT sebagai media curhat, terutama dalam hal ketergantungan emosional dan potensi dampak negatif pada kesehatan mental. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi peran gender dalam penggunaan ChatGPT sebagai media curhat, dengan menganalisis perbedaan pengalaman dan persepsi antara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena curhat digital melalui ChatGPT dan implikasinya dalam komunikasi interpersonal generasi Z.

Read online
File size384.08 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test