PIKSIPIKSI

INFOKOM (Informatika & Komputer)INFOKOM (Informatika & Komputer)

Pertanian kakao di Kabupaten Bulungan, khususnya Desa Sajau, memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat perdesaan. Namun, pengelolaan data hasil panen masih menghadapi kendala, terutama dalam pencatatan yang cenderung manual dan kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi berbasis QR Code bernama QR Kakao yang dapat membantu petani dan pendamping dalam mengelola serta mengakses data hasil panen secara lebih cepat, akurat, dan terstruktur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan petani dan pihak terkait, serta studi pustaka. Sementara itu, pengembangan perangkat lunak dilakukan dengan model Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi menggunakan framework Laravel, pengujian, pengembangan, dan pemeliharaan. Hasil Sistem QR Kakao yaitu mampu menyediakan fitur utama berupa pembuatan dan pemindaian QR Code yang berisi informasi seperti nama petani, lokasi kebun, tanggal panen, hingga hasil panen. Penerapan sistem ini memberikan berbagai manfaat, di antaranya mempermudah akses informasi hasil panen, meningkatkan efisiensi pencatatan data serta mendorong digitalisasi sektor perkebunan rakyat. Dengan dukungan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, sistem QR Kakao diharapkan dapat berkontribusi pada pengelolaan hasil pertanian kakao yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan di Desa Sajau.

Penelitian ini berhasil membangun dan menerapkan sistem informasi Berbasis Web Bernama QR Kakao untuk mendukung pengelolaan hasil perkebunan kakao di Desa Sajau, Kabupaten Bulungan.Sistem ini terbukti mampu meningkatkan transparansi informasi, mempermudah pengelolaan hasil panen, serta memberikan kemudahan dalam proses monitoring oleh mitra terkait.Dengan dukungan dari PT Pesona Khatulistiwa Nusantara dan keterlibatan aktif masyarakat, sistem QR Kakao memiliki potensi untuk diadopsi secara berkelanjutan guna mendukung digitalisasi sektor perkebunan di wilayah tersebut.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan aplikasi mobile QR Kakao yang mendukung penggunaan offline untuk mengatasi keterbatasan koneksi internet di daerah pedesaan. Selain itu, sistem dapat diperluas dengan integrasi data cuaca dan prediksi harga pasar untuk membantu petani dalam pengambilan keputusan. Penelitian juga bisa fokus pada pembuatan platform kolaboratif untuk berbagi pengetahuan antarpetani dan pihak terkait, seperti PT PKN, untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan pertanian digital.

Read online
File size1.75 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test