YANAYANA

Relevan : Jurnal Pendidikan MatematikaRelevan : Jurnal Pendidikan Matematika

Kurikulum Merdeka menekankan pengembangan literasi multimodal, namun penerapannya dalam pembelajaran matematika masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembuatan makna multimodal siswa kelas IX SMP melalui komik digital matematika berbantuan Generative AI pada materi geometri bangun ruang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan enam siswa yang dipilih secara purposif berdasarkan kemampuan spasial (tinggi, sedang, dan rendah). Data dikumpulkan melalui rekaman layar, think aloud, komik digital, dan wawancara semiterstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan analisis wacana multimodal dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola pembuatan makna, yaitu visual-pertama, mediasi-teks, dan iteratif antarmoda. Kesadaran semiotik siswa berkembang dari tingkat rendah ke tingkat mahir, dengan siswa berkemampuan spasial tinggi menunjukkan transisi representasi yang lebih konsisten antara konsep abstrak dan konkret. Generative AI berperan sebagai scaffolding multimodal yang mendukung pengembangan literasi geometri dan komunikasi matematis siswa.

Penelitian ini mengidentifikasi tiga pola pembuatan makna multimodal siswa kelas IX.Visual-Pertama, Mediasi-Teks, dan Iteratif, dengan pola Iteratif menghasilkan integrasi terbaik (skor 3,7 dari 4,0).Kesadaran semiotik berkembang signifikan dari tidak sadar ke mahir, dengan 5 dari 6 siswa menunjukkan peningkatan minimal satu tingkat.Kompetensi multimodal meningkat dari rata-rata 2-3 moda menjadi 4-5 moda dengan integrasi lebih koheren.Siswa berkemampuan tinggi mampu melakukan gelombang semantik lebih halus, sementara siswa berkemampuan rendah cenderung terjebak pada gravitasi semantik rendah.Generative AI terbukti efektif sebagai perancah multimodal yang memfasilitasi pengembangan literasi matematis.Namun, efektivitas bergantung pada kemampuan kognitif awal siswa dan memerlukan perancah pedagogis terdiferensiasi dari guru.Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa aplikasi kerangka multiliterasi, multimodalitas, dan Teori Kode Legitimasi dalam konteks Generative AI dan matematika di Indonesia, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi kerangka pedagogis untuk mengintegrasikan Generative AI sesuai Kurikulum Merdeka.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan kajian longitudinal jangka panjang, implementasi pada topik matematika lain, penelitian eksperimental dengan kelompok kontrol, dan pengembangan kerangka pedagogis sistematis lengkap dengan panduan guru dan rubrik asesmen. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan Generative AI dalam pembelajaran matematika, serta mengidentifikasi strategi terbaik untuk mengintegrasikan teknologi ini dalam kurikulum matematika secara efektif dan inklusif.

Read online
File size156.88 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test