POLINELAPOLINELA

J-PlantasimbiosaJ-Plantasimbiosa

Luas lahan pertanian yang semakin berkurang akibat alih fungsi menjadi pemukiman mengancam ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian, sehingga diperlukan alternatif budidaya yang efisien dan bergizi. Microgreens, sayuran muda yang kaya nutrisi dan dapat dibudidayakan di lahan terbatas, menjadi solusi potensial yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan dan protein microgreens bayam dan kangkung. Penelitian dilaksanakan di Jambewangi pada Agustus–November 2024 menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor, yaitu media tanam (arang sekam, cocopeat, pasir Malang, dan rockwool) dan jenis sayuran (kangkung dan bayam hijau), masing-masing dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan interaksi nyata antara jenis sayuran dan media tanam terhadap bobot segar tanaman usia 14 HST. Perlakuan terbaik terdapat pada arang sekam × kangkung, cocopeat × kangkung, dan rockwool × kangkung. Kadar protein tertinggi tercatat pada pasir × bayam (6,05%), sedangkan total klorofil tertinggi pada cocopeat × kangkung (38,80 µmolm⁻²). Pemilihan media tanam yang tepat terbukti berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan vegetatif dan kualitas gizi microgreens.

Terdapat interaksi nyata antara jenis sayuran microgreens dengan berbagai media tanam pada hasil bobot segar tanaman 14 HST berkisar (0,3390-0,3803g) pada arang sekam × kangkung, cocopeat × kangkung, dan rockwool × kangkung.Kadar protein terbaik pada perlakuan pasir × bayam sebesar 6,05%, dan total klorofil terbaik pada perlakuan cocopeat × kangkung (38,80 µmolm⁻²).Microgreens kangkung menunjukkan hasil yang lebih baik pada pertumbuhan tinggi, jumlah daun, bobot segar tanaman usia 11 HST, dan panjang akar.Microgreens bayam menunjukkan hasil yang lebih baik pada daya kecambah benih (98,68%).

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh kombinasi media tanam dengan kondisi cahaya optimal untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang penggunaan media tanam tertentu terhadap kesehatan tanah dan lingkungan. Penelitian juga dapat mengembangkan metode pengujian organoleptik untuk mengevaluasi preferensi konsumen terhadap rasa dan tekstur microgreens dari berbagai jenis media tanam.

  1. PENGARUH BEBERAPA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN MICROGREENS BROKOLI (Brassica oleracea L.) DAN KUBIS... doi.org/10.35194/prs.v3i1.1493PENGARUH BEBERAPA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN MICROGREENS BROKOLI Brassica oleracea L DAN KUBIS doi 10 35194 prs v3i1 1493
  2. Review: Potensi Microgreens Meningkatkan Kesehatan Lansia Di Masa Pandemi | Candra Kusumah | Jurnal Ilmiah... ejournal.urindo.ac.id/index.php/pertanian/article/view/1404Review Potensi Microgreens Meningkatkan Kesehatan Lansia Di Masa Pandemi Candra Kusumah Jurnal Ilmiah ejournal urindo ac index php pertanian article view 1404
  3. Pengaruh Penambahan Arang Sekam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans) | ORYZA:... jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/OZ/article/view/530Pengaruh Penambahan Arang Sekam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat Ipomoea reptans ORYZA jurnal stkipbima ac index php OZ article view 530
Read online
File size326.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test