IAIN KERINCIIAIN KERINCI

Al DzahabAl Dzahab

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana kinerja keuangan dipengaruhi oleh biaya lingkungan dan mekanisme tata kelola perusahaan, khususnya frekuensi rapat komite audit dan proporsi komisaris independen, dalam industri yang ditandai dengan dampak lingkungan yang signifikan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan di subsektor manufaktur makanan dan minuman untuk periode 2022-2024. Sampel ditentukan menggunakan sampling purposive dengan kriteria pra-set, menghasilkan 15 perusahaan dan 45 observasi perusahaan-tahun. Regresi linier berganda, dilakukan melalui SPSS 22, digunakan untuk menilai asosiasi parsial dan simultan variabel independen dengan kinerja keuangan. Temuan menunjukkan bahwa kinerja keuangan secara signifikan berhubungan negatif dengan biaya lingkungan (B = -4,040; p = 0,017) dan proporsi komisaris independen (B = -389,723; p = 0,001), sedangkan frekuensi rapat komite audit tidak menunjukkan asosiasi yang signifikan dengan kinerja keuangan (B = 100,376; p = 0,081). Secara simultan, ketiga variabel tersebut secara signifikan berhubungan dengan kinerja keuangan (F = 5,558; p = 0,003). Model ini menangkap 23,7% variasi yang terwujud dalam kinerja keuangan, seperti yang ditunjukkan oleh adjusted R² sebesar 0,237.

Berdasarkan temuan, biaya lingkungan memiliki asosiasi signifikan dengan kinerja keuangan, sedangkan frekuensi rapat komite audit tidak menunjukkan asosiasi yang signifikan.Proporsi komisaris independen memiliki asosiasi negatif dan signifikan dengan kinerja keuangan.Secara simultan, biaya lingkungan, frekuensi rapat komite audit, dan proporsi komisaris independen secara signifikan berhubungan dengan kinerja keuangan.Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan harus meningkatkan manajemen biaya lingkungan dan memperkuat independensi dewan, karena peningkatan frekuensi rapat komite audit saja tampaknya tidak cukup untuk meningkatkan kinerja keuangan.Penelitian masa depan disarankan untuk memasukkan variabel tata kelola tambahan, memperluas jendela observasi, atau mempertimbangkan sektor industri lainnya untuk meningkatkan generalisasi hasil.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mempertimbangkan variabel tata kelola tambahan, seperti kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan, serta memperluas jendela observasi untuk meningkatkan generalisasi hasil. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada sektor industri lainnya untuk memahami pengaruh biaya lingkungan dan mekanisme tata kelola perusahaan pada kinerja keuangan secara lebih luas. Penelitian juga dapat mengeksplorasi hubungan antara biaya lingkungan dan reputasi perusahaan, serta dampak jangka panjang dari investasi dalam pengelolaan lingkungan terhadap kinerja keuangan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan tata kelola perusahaan yang efektif dalam mendukung kinerja keuangan yang berkelanjutan.

  1.  . 0 doi.org/10.3390/su13116053A 0 doi 10 3390 su13116053
  2. Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di... doi.org/10.33395/owner.v8i1.1763Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di doi 10 33395 owner v8i1 1763
  3. PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN LEVERAGE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN... doi.org/10.30649/aamama.v23i2.116PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN LEVERAGE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN doi 10 30649 aamama v23i2 116
  4. Audit Committee, Corporate Governance and Firm Performance: Empirical Evidence from India | Bansal |... doi.org/10.5539/ijef.v8n3p103Audit Committee Corporate Governance and Firm Performance Empirical Evidence from India Bansal doi 10 5539 ijef v8n3p103
Read online
File size470.36 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test