USSUSS

JIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan TeknologiJIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi

Proses penilaian kinerja pegawai pada DPMPTSP Kota Salatiga dilakukan secara manual dengan menggunakan form yang sudah ditetapkan dengan kriteria penilaian kinerja yaitu nilai SKP, orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kerjasama, dan kepemimpinan. Pelaksanaan penilaian kinerja pegawai mengalami kendala untuk penentuan pegawai yang mendapatkan penghargaan. Mengingat jumlah pegawai yang banyak dan proses evaluasi kinerja pegawai yang cukup rumit dengan banyaknya kriteria menyebabkan beberapa kali terjadi kesalahan dalam pencatatan data evaluasi kerja dan proses perhitungan hasil evaluasi kerja. Selain itu, banyaknya pegawai yang dievaluasi menyebabkan proses pengelolaan hasil evaluasi kerja membutuhkan waktu yang cukup lama, hal ini tentunya dinilai tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem pendukung keputusan yang dapat memperhitungkan segala kriteria guna mempercepat dan mempermudah penilaian kinerja pegawai yang lebih efektif pada DPMPTSP Kota Salatiga dengan menggunakan metode MOORA. Penelitian ini menggunakan 5 kriteria penilaian yaitu pelayanan dengan bobot nilai 0,25, integritas dengan bobot nilai 0,20, komitmen dengan bobot nilai 0,15, disiplin dengan bobot nilai 0,15, kerjasama dengan bobot nilai 0,15 dan kepemimpinan dengan bobot nilai 0,10. Hasil penilaian kinerja menggunakan metode MOORA dari penilaian kinerja pegawai DPMPTSP Kota Salatiga diperoleh pegawai terbaik yaitu RIAWAN WIDYATMOKO, S.P dengan nilai 0,191.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendukung keputusan menggunakan metode MOORA dapat secara objektif mempercepat dan mempermudah penilaian kinerja pegawai DPMPTSP Kota Salatiga dengan mempertimbangkan berbagai kriteria.pelayanan (0,25), integritas (0,20), komitmen (0,15), disiplin (0,15), kerjasama (0,15), dan kepemimpinan (0,10).Penerapan metode MOORA menghasilkan identifikasi pegawai terbaik, yaitu RIAWAN WIDYATMOKO, S.

Penelitian ini telah berhasil mengembangkan sistem pendukung keputusan untuk penilaian kinerja pegawai menggunakan metode MOORA, yang sangat membantu DPMPTSP Kota Salatiga. Untuk studi di masa depan, ada beberapa arah menarik yang bisa dieksplorasi agar sistem ini semakin bermanfaat dan canggih. Pertama, akan sangat berharga jika dilakukan penelitian perbandingan mengenai bagaimana efektivitas dan akurasi metode MOORA dibandingkan dengan metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) lain, seperti TOPSIS atau SAW, dalam konteks penilaian kinerja pegawai di instansi pemerintah. Hal ini penting untuk memahami apakah ada metode lain yang mungkin menawarkan keuntungan lebih, baik dari sisi kesederhanaan maupun optimasi hasil, serta untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan unik setiap metode. Kedua, studi lanjutan dapat fokus pada faktor-faktor kunci yang memengaruhi penerimaan dan keberlanjutan penggunaan sistem berbasis MOORA ini oleh seluruh staf dan manajemen di DPMPTSP Kota Salatiga. Penelitian semacam ini dapat menganalisis tingkat kepuasan pengguna, kemudahan adaptasi, dan dampak sistem terhadap alur kerja harian serta budaya organisasi secara keseluruhan, memastikan adopsi dan manfaat jangka panjang. Ketiga, akan sangat inovatif jika sistem pendukung keputusan ini dikembangkan lebih lanjut dengan mengintegrasikan mekanisme umpan balik yang lebih komprehensif atau kriteria penilaian yang dapat diadaptasi secara dinamis sesuai dengan perubahan kebijakan atau kebutuhan strategis organisasi. Ide ini bisa mencakup fitur untuk menyesuaikan bobot kriteria secara fleksibel atau menyediakan laporan analisis kinerja yang lebih mendalam, sehingga sistem tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai instrumen yang proaktif dalam mendorong pengembangan diri dan peningkatan kinerja pegawai secara berkelanjutan.

Read online
File size520.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test