USSUSS

JIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan TeknologiJIMSTEK: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi

Warung sate kambing Mbak Wid memiliki luas ruangan 3m x 5m dengan 1 kipas angin di dalam ruangannya. Kipas angin di warung sate kambing Mbak Wid cara pengoperasiannya masih manual dengan cara memutar potensiometer jika ada pembeli dan suhu di dalam ruangan tersebut panas, jika tidak ada pembeli kipas angin akan dimatikan. Pengoperasian kipas angin yang manual dapat merepotkan pegawai dan pemilik sate kambing Mbak Wid. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengaturan kipas angin otomatis menggunakan sensor LM35 berbasis arduino di warung sate kambing Mbak Wid. Perancangan sistem dalam penelitian ini menggunakan metode waterfall. Metode pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, literatur, eksperimen, dan dokumentasi. Pengaturan kipas angin otomatis menggunakan software Arduino IDE untuk memasukkan perintah dan Processing IDE digunakan untuk mengolah nilai suhu. Sensor LM35 mampu mendeteksi suhu ruangan dengan akurat pada jarak 1,5m - 2,5m. Pada jarak 3m sensor masih bisa mendeteksi suhu tetapi kurang akurat, sedangkan pada jarak 3,5 meter sensor akan mendeteksi suhu loncat tidak beraturan. Hasil dari penelitian ini pengaturan kipas angin otomatis dapat menyalakan dan mematikan kipas angin secara otomatis. Pengaturan kipas angin otomatis dapat menyalakan kipas angin secara otomatis pada suhu ≥ 270C dan dapat mematikan kipas angin secara otomatis pada suhu < 270C. Kipas angin dapat menyala dan mati secara otomatis pada pukul 09.00 - 10.00. Hal ini disebabkan karena pada pukul 09.00 - 10.00 terdapat suhu < 270C dan ≥ 270C. Pada pukul 11.00 - 16.00 kipas angin akan terus menyala, karena pada pukul 11.00 - 16.00 suhu selalu ≥ 270C. Mati dan menyala kipas angin belum stabil. Deteksi perubahan suhu dan waktu aktif berubah - ubah secara signifikan.

Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem pengaturan kipas angin otomatis berbasis Arduino menggunakan sensor LM35, dengan mekanisme penyalaan kipas pada suhu ≥ 27°C dan pemadaman pada suhu < 27°C.Sensor LM35 terbukti akurat dalam deteksi suhu ruangan pada jarak 1,5m hingga 2,5m, namun akurasinya menurun pada jarak lebih jauh.Meskipun sistem menunjukkan fungsionalitas otomatis, terdapat ketidakstabilan signifikan dalam deteksi perubahan suhu dan waktu aktif kipas, khususnya karena suhu ruangan seringkali di atas ambang batas, yang mengindikasikan perlunya optimasi lebih lanjut.

Melihat hasil penelitian yang menunjukkan potensi pengaturan kipas angin otomatis namun dengan catatan ketidakstabilan, penelitian lanjutan dapat berfokus pada peningkatan kecerdasan dan efisiensi sistem secara menyeluruh. Pertama, akan sangat menarik untuk mengeksplorasi bagaimana algoritma kontrol yang lebih canggih, seperti logika fuzzy atau kontrol PID, dapat diterapkan untuk mencapai pengaturan kecepatan kipas yang lebih adaptif dan stabil. Ini akan memungkinkan kipas tidak hanya menyala atau mati, tetapi juga menyesuaikan kecepatan putarannya secara bertahap sesuai dengan perubahan suhu, bahkan mempertimbangkan pola kunjungan atau kepadatan orang di ruangan, sehingga kenyamanan dapat terjaga optimal tanpa fluktuasi drastis. Untuk membuat sistem lebih pintar dan responsif terhadap lingkungan, penelitian dapat memperluas jenis sensor yang digunakan. Tidak hanya suhu dan keberadaan orang, tetapi juga faktor lain seperti tingkat kelembaban, intensitas cahaya, atau bahkan kualitas udara (misalnya CO2), dapat diintegrasikan guna menciptakan sistem yang membuat keputusan lebih holistik tentang kapan dan bagaimana mengoperasikan kipas, menuju lingkungan yang tidak hanya sejuk tetapi juga sehat. Terakhir, setelah sistem ditingkatkan dengan fitur-fitur tersebut, perlu dilakukan evaluasi jangka panjang yang komprehensif untuk mengukur dampak nyata terhadap efisiensi energi dan kepuasan pengguna. Studi ini dapat melakukan uji coba lapangan selama beberapa bulan di kondisi nyata warung, membandingkan secara akurat konsumsi daya sistem otomatis yang disempurnakan dengan metode manual sebelumnya, sekaligus mengumpulkan umpan balik dari pemilik warung dan karyawan mengenai kemudahan penggunaan, kenyamanan, dan kebutuhan perawatan sistem dalam operasional sehari-hari. Dengan demikian, kita bisa memahami sejauh mana sistem ini memberikan penghematan energi signifikan dan meningkatkan kenyamanan pengguna dalam jangka panjang, serta menentukan kelayakan implementasi sistem dalam skala yang lebih luas.

Read online
File size614.55 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test