UBUB

Islamic Economics and finance in FocusIslamic Economics and finance in Focus

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara inflasi, pembiayaan bank Islam, tingkat pengangguran terbuka, dan pertumbuhan ekonomi di Kota Medan dari tahun 2016 hingga 2025. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan data sekunder seri waktu kuartalan sebanyak 40 observasi, analisis dilakukan menggunakan Model Koreksi Error Vektor (VECM). Hasil empiris menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, inflasi memiliki dampak negatif secara statistik terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan pembiayaan bank Islam dan tingkat pengangguran tidak menunjukkan efek jangka panjang yang signifikan. Namun, dalam jangka pendek, inflasi justru memberikan stimulasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, mekanisme koreksi kesalahan menunjukkan laju penyesuaian yang kuat sebesar 45,11% per kuartal menuju keseimbangan jangka panjang. Uji kausalitas Granger menunjukkan adanya kausalitas unidireksional yang berjalan dari pertumbuhan ekonomi ke tingkat pengangguran, dan dari inflasi ke pembiayaan bank Islam. Temuan-temuan ini menyarankan bahwa menjaga stabilitas inflasi adalah hal yang krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan di Kota Medan, sementara kontribusi sektor perbankan Islam terhadap output regional masih perlu dioptimalkan.

Berdasarkan hasil analisis menggunakan Model Koreksi Error Vektor (VECM), dapat disimpulkan bahwa stabilitas makroekonomi, khususnya inflasi, memainkan peran penting dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi di Kota Medan.Dalam jangka panjang, inflasi memiliki dampak negatif secara signifikan terhadap output ekonomi regional, yang menunjukkan bahwa kenaikan harga yang berkelanjutan pada akhirnya akan menggerus daya beli dan menghambat investasi produktif.Sebaliknya, dalam jangka pendek, inflasi yang moderat justru memberikan stimulasi positif terhadap aktivitas ekonomi, yang sejalan dengan dinamika kurva Phillips jangka pendek.Model juga mengonfirmasi mekanisme koreksi kesalahan yang sangat valid, menunjukkan bahwa ekonomi Kota Medan sangat tangguh.setiap ketidakseimbangan makroekonomi jangka pendek akan dikoreksi kembali menuju keseimbangan jangka panjang dengan laju yang kuat sebesar 45,11% per kuartal.Di sisi lain, pembiayaan bank Islam dan tingkat pengangguran terbuka tidak menunjukkan efek yang signifikan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek terhadap pertumbuhan ekonomi.Uji kausalitas Granger lebih lanjut mengungkapkan adanya kausalitas unidireksional yang berjalan dari pertumbuhan ekonomi ke tingkat pengangguran, yang menunjukkan bahwa meskipun perluasan ekonomi regional berhasil menciptakan lapangan kerja, fluktuasi tingkat pengangguran itu sendiri tidak secara inheren mengguncang output ekonomi secara keseluruhan.Temuan-temuan ini menyarankan bahwa pembuat kebijakan lokal dan Bank Indonesia harus memprioritaskan strategi penargetan inflasi untuk menjamin keberlanjutan ekonomi jangka panjang.Selain itu, intervensi strategis diperlukan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan sektor perbankan Islam, memastikan pembiayaan disalurkan secara efektif ke sektor produktif alih-alih penggunaan konsumtif untuk menghasilkan dampak makroekonomi yang berarti.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, berikut adalah saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor makroekonomi lainnya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi regional, seperti pendapatan asli daerah (PAD), realisasi investasi domestik dan asing, tingkat kemiskinan, pengeluaran pemerintah, dan indikator pengembangan manusia. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang determinan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kekuatan penjelasan model empiris.. . 2. Melakukan analisis komparatif antara Kota Medan dengan daerah-daerah lain yang memiliki struktur ekonomi berbeda. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana faktor-faktor makroekonomi seperti inflasi, pembiayaan bank Islam, dan tingkat pengangguran mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah, sehingga hasilnya dapat lebih umum dan dapat diterapkan secara luas.. . 3. Memperpanjang periode observasi untuk menangkap perubahan struktural yang terjadi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang dinamika interaksi antara inflasi, pembiayaan bank Islam, dan tingkat pengangguran dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat dan efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.

  1. Islamic Economics and finance in Focus. islamic economics finance focus journal ieff published department... ieff.ub.ac.idIslamic Economics and finance in Focus islamic economics finance focus journal ieff published department ieff ub ac
  2. ANALISIS PROGRAM PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN DI KECAMATAN PULAU RAKYAT... doi.org/10.36778/jesya.v6i1.1031ANALISIS PROGRAM PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN DI KECAMATAN PULAU RAKYAT doi 10 36778 jesya v6i1 1031
  3. Pengaruh Inflasi, Pengangguran, Kemiskinan, Dan Pembiayaan Perbankan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di... ejournal.iaforis.or.id/index.php/icie/article/view/276Pengaruh Inflasi Pengangguran Kemiskinan Dan Pembiayaan Perbankan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di ejournal iaforis index php icie article view 276
Read online
File size493.88 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test