ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE

Journal of Al-Islam and Muhammadiyah StudiesJournal of Al-Islam and Muhammadiyah Studies

Artikel ini mengkaji bagaimana karya-karya ilmiah yang diterbitkan hingga tahun 2020 mengonstruksikan visi keadilan sosial Ahmad Dahlan melalui Teologi Al-Maun. Dengan menggunakan systematic literature review kualitatif dan sintesis tematik, penelitian ini menganalisis korpus inti yang telah diverifikasi, terdiri atas 15 artikel peer-reviewed yang membahas Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, etika sosial Al-Quran, pendidikan, filantropi, layanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil telaah mengidentifikasi empat tema yang saling berkaitan, yaitu: Al-Maun sebagai kritik terhadap keberagamaan yang terlepas dari realitas sosial; pembelajaran agama sebagai praksis transformatif; pelembagaan nilai kasih sayang melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemberian makanan; serta perluasan orientasi dari bantuan karitatif menuju pemberdayaan, advokasi, dan keadilan struktural.

Review ini menunjukkan bahwa konsep Teologi Al-Maun adalah sebuah tradisi interpretatif yang berkembang kemudian untuk mensistematisasi pedagogi Al-Quran yang diterapkan Ahmad Dahlan serta institusi-institusi sosial Muhammadiyah yang tumbuh sesudahnya.Artikel ini mengusulkan kerangka integratif yang menghubungkan kritik moral Al-Quran, kesadaran etis, pedagogi transformatif, pelembagaan kasih sayang, pengembangan kapabilitas, dan akuntabilitas kritis.Artikel ini juga menegaskan bahwa perluasan institusi tidak dapat secara otomatis disamakan dengan terwujudnya keadilan sosial.aksesibilitas, partisipasi, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penguatan daya bertindak (agency) komunitas rentan merupakan kriteria evaluatif yang harus dipenuhi.

Saran penelitian lanjutan yang baru: Bagaimana Al-Maun dapat diterjemahkan menjadi standar evaluasi bagi institusi-institusi Muhammadiyah dalam upaya mencapai keadilan sosial? Apakah ada perbedaan antara institusi-institusi Muhammadiyah yang memiliki komitmen kuat terhadap Al-Maun dengan institusi-institusi yang hanya menggunakannya sebagai narasi legitimasi? Bagaimana Al-Maun dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan Muhammadiyah untuk membentuk kesadaran etis dan tanggung jawab sosial di kalangan siswa?.

  1. Islamic Philantrophy and Muhammadiyah’s Contribution to the Covid-19 Control in Indonesia | Afkaruna:... journal.umy.ac.id/index.php/afkaruna/article/view/8976Islamic Philantrophy and MuhammadiyahAos Contribution to the Covid 19 Control in Indonesia Afkaruna journal umy ac index php afkaruna article view 8976
  2. Humanism Education of Kiyai Haji Ahmad Dahlan (Tracing the Early Muhammadiyah Period of Education and... macrothink.org/journal/index.php/jsss/article/view/12996Humanism Education of Kiyai Haji Ahmad Dahlan Tracing the Early Muhammadiyah Period of Education and macrothink journal index php jsss article view 12996
  3. EXPLORING MUHAMMADIYAH’S HISTORICAL CIVILIZATIONAL DIMENSION OF SOCIAL RECONSTRUCTION IN INDONESIA:... doi.org/10.22452/JAT.vol15no1.13EXPLORING MUHAMMADIYAHAoS HISTORICAL CIVILIZATIONAL DIMENSION OF SOCIAL RECONSTRUCTION IN INDONESIA doi 10 22452 JAT vol15no1 13
Read online
File size1.13 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test