ASIAASIA

Verifikasi Keamanan - Institut AsiaVerifikasi Keamanan - Institut Asia

Keberhasilan produk digital dalam industri kreatif bergantung pada keselarasan pengalaman visual dengan preferensi audiens. Penelitian ini menggunakan metode Design Thinking untuk merancang animasi 3D Perang Ganter sebagai media informasi di Museum Singhasari. Tujuan penelitian mencakup peningkatan pemahaman sejarah pengunjung dan eksplorasi peluang monetisasi digital. Penelitian ini menerapkan metode Design Thinking melalui lima tahap: (1) Empathize (wawancara mendalam dengan ahli sejarah dan observasi perilaku pengunjung), (2) Define (identifikasi kesenjangan pengetahuan audiens tentang Perang Ganter), (3) Ideate (pengembangan konsep animasi 3D), (4) Prototype (pembuatan purwarupa animasi 3D menggunakan Blender), dan (5) Test (uji coba kepada 68 responden). Hasil uji coba menunjukkan bahwa 54,2% audiens (37 dari 68 responden) yang awalnya tidak mengetahui Perang Ganter berhasil memahami peristiwa tersebut setelah menyaksikan animasi. Meskipun target peningkatan kesadaran sebesar 70,6% belum tercapai, capaian ini membuktikan efektivitas animasi dalam mengedukasi audiens secara signifikan. Selain itu, animasi meningkatkan durasi interaksi pengunjung di museum sebesar 25% dan mengidentifikasi tiga peluang monetisasi: virtual tour premium, konten edukasi berbayar, serta merchandise digital berbasis karakter sejarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Design Thinking tidak hanya memperkuat nilai edukasi sejarah, tetapi juga menciptakan aset kreatif yang mendukung transformasi digital museum.

Animasi 3D Perang Ganter memberikan dampak positif secara keseluruhan bagi audiens yang sebelumnya tidak mengenal sejarah Perang Ganter.Setelah menonton animasi 3D tersebut, audiens menjadi lebih memahami dan ingin memperluas pengetahuan mereka tentang Perang Ganter.Informasi dan cerita dalam Animasi 3D Perang Ganter juga disampaikan dengan cara yang mudah dipahami.Penelitian lanjutan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas gerakan yang lebih dinamis dan natural, serta pengembangan visual melalui pemanfaatan tekstur yang lebih mendekati realitas.Kolaborasi lintas disiplin ilmu, seperti penerapan crowd simulation, generative 3D modeling, dan pengolahan suara dengan dukungan pengisi suara profesional, diharapkan mampu menyempurnakan kualitas animasi 3D, sehingga animasi tidak hanya menjadi media penyampaian informasi, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang relevan, komunikatif, dan menarik bagi generasi muda.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan animasi 3D Perang Ganter dengan fokus pada peningkatan kualitas gerakan karakter yang lebih dinamis dan natural. Selain itu, perlu dilakukan pengembangan visual melalui pemanfaatan tekstur yang lebih realistis dan mendukung pengalaman audio visual yang lebih nyata. Kolaborasi lintas disiplin ilmu, seperti penerapan crowd simulation dan generative 3D modeling, dapat membantu dalam mencapai hasil yang lebih baik. Dengan demikian, animasi 3D Perang Ganter dapat menjadi sarana edukatif yang lebih menarik dan relevan bagi generasi muda, serta mendukung transformasi digital museum.

  1. PROSPEK PENGEMBANGAN KAWASAN MUSEUM DIPONEGORO MAGELANG BERBASIS PARIWISATA HERITAGE BERKELANJUTAN |... doi.org/10.56354/jendelainovasi.v2i1.24PROSPEK PENGEMBANGAN KAWASAN MUSEUM DIPONEGORO MAGELANG BERBASIS PARIWISATA HERITAGE BERKELANJUTAN doi 10 56354 jendelainovasi v2i1 24
  2. Pengembangan Aplikasi Mobile Augmented Reality untuk Mendukung Pengenalan Koleksi Museum | Jurnal Teknologi... jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/798Pengembangan Aplikasi Mobile Augmented Reality untuk Mendukung Pengenalan Koleksi Museum Jurnal Teknologi jtiik ub ac index php jtiik article view 798
  3. PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KOPING PADA REMAJA MELALUI EDUKASI TEKNIK MINDFUL S.T.O.P DI DESA PENGLIPURAN... doi.org/10.25157/ag.v5i2.11434PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KOPING PADA REMAJA MELALUI EDUKASI TEKNIK MINDFUL S T O P DI DESA PENGLIPURAN doi 10 25157 ag v5i2 11434
  4. Mengenal Museum Anti-Kolonialisme Multatuti sebagai Daya Tarik Wisata bagi Generasi Muda di Kabupaten... doi.org/10.47492/jrt.v3i1.2732Mengenal Museum Anti Kolonialisme Multatuti sebagai Daya Tarik Wisata bagi Generasi Muda di Kabupaten doi 10 47492 jrt v3i1 2732
  5. Optimization of the Animation Production Process utilizing Game Engine. optimization animation production... doi.org/10.54941/ahfe1003708Optimization of the Animation Production Process utilizing Game Engine optimization animation production doi 10 54941 ahfe1003708
Read online
File size1.39 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test