ASIAASIA

Verifikasi Keamanan - Institut AsiaVerifikasi Keamanan - Institut Asia

Masjid Jami Al-Abror, yang didirikan pada tahun 1678-an, adalah masjid tertua yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Kauman, Sidoarjo. Informasi terkait sejarah masjid dan tokoh-tokoh pendirinya tidaklah banyak, satu-satunya sumber yang tersedia mengenai para tokoh adalah sejarah lisan. Untuk mendukung pelestarian sejarah ini, sebuah buku ilustrasi dikembangkan yang di dalamnya juga menampilkan karakter para pendiri masjid. Artikel ini berfokus pada proses perancangan karakter tokoh sejarah melalui rekonstruksi imajinatif. Selain menggunakan sejarah lisan dan hasil seminar tahun 1980-an sebagai sumber utama, desain karakter juga didasarkan pada arsip dokumen sejarah dalam bentuk foto dan lukisan, serta film yang memiliki latar waktu yang sama dengan tahun pendirian masjid. Berbagai sumber ini menyediakan referensi visual yang mendukung merekonstruksi karakter berdasarkan sejarah yang ada, menjadikan hasilnya lebih representatif dalam menggambarkan para pendiri Masjid Jami Al-Abror. Diharapkan tulisan ini dapat menjadi referensi dalam pelestarian sejarah lokal dan menginspirasi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah Masjid Jami Al-Abror.

Masjid Jami Al-Abror Sidoarjo, sebagai masjid tertua di kawasan, memiliki sejarah yang terbatas dan terutama bergantung pada sejarah lisan.Proses perancangan karakter tokoh sejarah menggunakan rekonstruksi imajinatif dengan sumber visual seperti foto, lukisan, dan film.Meski memiliki keterbatasan, pendekatan ini membantu memperkaya representasi sejarah dan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap tokoh-tokoh penting dan peran masjid dalam penyebaran Islam.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak penggunaan media visual dalam pelestarian sejarah lokal, terutama melalui pendekatan kreatif seperti buku ilustrasi. Selain itu, penelitian bisa mengkaji perbandingan metode rekonstruksi sejarah antara pendekatan imajinatif dan dokumentasi tradisional untuk menilai efektivitas masing-masing. Terakhir, studi tentang peran komunitas lokal dalam mengumpulkan dan menyebarkan informasi sejarah melalui media modern seperti digital storytelling dapat menjadi arah baru untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pelestarian warisan budaya.

  1. BUKU VISUAL SEBAGAI ENSIKLOPEDIA DAN MEDIA UNTUK PELESTARIAN SEJARAH PENINGGALAN KERAJAAN SINGOSARI |... doi.org/10.51804/deskovi.v2i2.520BUKU VISUAL SEBAGAI ENSIKLOPEDIA DAN MEDIA UNTUK PELESTARIAN SEJARAH PENINGGALAN KERAJAAN SINGOSARI doi 10 51804 deskovi v2i2 520
Read online
File size634.95 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test