NURISNURIS

Journal of Linguistics and Social StudiesJournal of Linguistics and Social Studies

Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis interseksionalitas yang dialami oleh tokoh Bu Prani dalam film Budi Pekerti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif karena penelitian ini mendeskripsikan jenis-jenis interseksionalitas pada tokoh Ibu Prani menurut konsep Kimberle Crenshaw. Data dalam penelitian ini berupa dialog, visual, dan adegan dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja yang memuat aspek interseksionalitas tokoh Ibu Prani. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan dokumentasi terhadap film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja. Hasil penelitian menunjukkan adanya jenis-jenis interseksionalitas pada tokoh Ibu Prani, yaitu (1) interseksionalitas struktural dengan dua data, (2) interseksionalitas representasional dengan dua data, dan (3) interseksionalitas politis dengan dua data. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman ketidakadilan Bu Prani tidak hanya dipengaruhi oleh gender, tetapi juga oleh konstruksi sosial, relasi kuasa representasi media, dan kebijakan sekolah yang saling beririsan sehingga memperkuat bentuk-bentuk penindasan yang dialaminya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penindasan yang dialami tokoh Bu Prani dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja bersifat interseksional, melibatkan identitas sebagai perempuan, ibu, istri, dan guru.Penindasan ini dipengaruhi oleh faktor struktural seperti tekanan institusional dan sosial, representasional melalui stigma negatif dari media dan publik, serta politis akibat kebijakan sekolah yang mengutamakan reputasi institusi.Penelitian ini memiliki keterbatasan pada analisis satu tokoh dan konteks film, sehingga diperlukan penelitian lanjutan yang memperluas perspektif interseksionalitas ke objek, tokoh, atau media lain.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji interseksionalitas pada tokoh lain dalam film Budi Pekerti untuk memperkaya analisis dinamika identitas perempuan. Selain itu, penelitian dapat membandingkan representasi interseksionalitas dalam film-film Indonesia dengan konteks budaya dan sosial yang berbeda. Terakhir, studi tentang kebijakan institusi pendidikan dalam mengakomodasi hak perempuan dapat dikembangkan untuk memahami dampak struktur sosial terhadap pengalaman ketidakadilan secara lebih mendalam.

Read online
File size369.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test