AHMADDAHLANAHMADDAHLAN

Jurnal Sains BangunanJurnal Sains Bangunan

Poros baling-baling (shaft propeller) merupakan komponen utama dalam sistem propulsi kapal yang berfungsi menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling. Penurunan kondisi poros dapat menyebabkan meningkatnya getaran, menurunnya efisiensi propulsi, serta berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kerusakan shaft propeller, mengevaluasi nilai clearance poros, serta menilai efektivitas metode perbaikan yang diterapkan pada KM. Dharma Ferry II selama proses docking di PT Janata Marina Indah, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan utama meliputi keausan bantalan, kerusakan sleeve, peningkatan clearance, serta gangguan sistem pelumasan. Metode perbaikan berupa pembubutan ulang, pemasangan sleeve, pelapisan chrome, dan pelurusan poros terbukti mampu mengembalikan kinerja sistem propulsi kapal.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis perbaikan shaft propeller pada KM.Janata Marina Indah, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.Jenis kerusakan shaft propeller yang ditemukan pada KM.keausan pada bantalan poros (shaft bearing), kerusakan sleeve, ketidaksesuaian clearance akibat keausan berlebih, serta permasalahan pada sistem pelumasan dan pendinginan.Kerusakan ini menyebabkan getaran, kebisingan, pemborosan bahan bakar, hingga potensi kegagalan sistem propulsi jika tidak segera ditangani.Prosedur pengukuran clearance shaft propeller dilakukan melalui tahapan docking kapal, pemeriksaan komponen seperti bushing tailshaft, stern tube, dan bantalan, serta penggunaan alat ukur seperti feeler gauge, mikrometer, dan taper gap gauge.Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan standar Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk memastikan kondisi poros masih dalam batas aman.Metode perbaikan shaft propeller yang diterapkan mencakup penggantian komponen aus (cylinder liner, oil ring scrapper, sleeve, dan bantalan), optimasi sistem pelumasan, perbaikan sistem pendinginan, serta shaft alignment untuk menjaga keseimbangan.Setelah semua perbaikan dilakukan, tahapan akhir berupa sea trial memastikan bahwa sistem propulsi berfungsi normal dan kapal laik beroperasi kembali.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara beberapa kapal ferry sejenis guna memperoleh gambaran umum tingkat keausan shaft propeller. Selain itu, dapat pula ditambahkan analisis cost-benefit untuk menilai efektivitas metode perbaikan yang dipilih. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode perbaikan yang lebih efisien dan efektif, serta mengeksplorasi teknologi baru dalam sistem propulsi kapal untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi kerusakan pada shaft propeller.

Read online
File size334.97 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test