UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN

JURNAL SIPAKALEBBIJURNAL SIPAKALEBBI

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik pengembangan sosial-emosional anak usia dini serta peran guru dalam membangun lingkungan belajar yang aman, responsif, dan mendukung di TK Hamnur Pattallassang Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara berkesinambungan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki keterlibatan emosional yang positif dan memandang keberagaman karakter serta perbedaan ritme belajar anak sebagai bagian alami dari proses perkembangan anak usia dini. Pembelajaran berbasis bermain diterapkan secara konsisten dan terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan anak, kemampuan mengekspresikan emosi, kepercayaan diri, serta interaksi sosial dengan teman sebaya. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran secara terstruktur namun fleksibel, dengan menyesuaikan metode, media, dan strategi pembelajaran terhadap kondisi emosional dan tingkat konsentrasi anak. Selain itu, dukungan lingkungan sekolah, keluarga guru, dan keterlibatan orang tua murid berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan sosial-emosional anak. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi kesiapan dan empati guru, suasana kelas yang kondusif, serta penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru yang reflektif, empatik, dan responsif menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan perkembangan sosial-emosional anak usia dini.

Pengembangan sosial-emosional anak usia dini di TK Hamnur Pattallassang Kabupaten Gowa dilaksanakan melalui strategi pembelajaran berbasis bermain dan lingkungan belajar yang aman.Peran guru yang empatik dan responsif menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung.Faktor pendukung seperti kesiapan guru, media pembelajaran, dan keterlibatan orang tua berperan penting dalam keberhasilan pengembangan sosial-emosional anak.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pembelajaran berbasis bermain pada perkembangan sosial-emosional anak di berbagai konteks budaya. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi peran empati guru dalam membangun dinamika kelas yang inklusif. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi kontribusi keterlibatan orang tua dalam memperkuat keterampilan sosial-emosional anak melalui pendekatan kolaboratif antara sekolah dan keluarga.

Read online
File size246.28 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test